Jumat, 15 Mei 2026

70 Saham ESG Kuasai 56% Market Cap BEI

Penulis : Harso Kurniawan
29 Jun 2023 | 23:40 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan IHSG di gedung BEI, Jakarta. B Universe Photo/David Gita Roza
Pekerja melintasi layar pergerakan IHSG di gedung BEI, Jakarta. B Universe Photo/David Gita Roza

JAKARTA, Investor.id – Sejumlah emiten menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dinilai memiliki pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, karena tidak semata memikirkan keuntungan jangka pendek. Maka tak heran, 70 saham emiten ESG kini menguasai 56,87% market cap Bursa Efek Indonesia (BEI) atau setara Rp 5.407 triliun.

“Perusahaan yang menerapkan praktik ESG umumnya tidak hanya fokus pada pemegang saham mereka semata, tetapi berbagai pemangku kepentingan yang lebih luas, sehingga perusahaan menjadi terpercaya dan akhirnya semakin banyak menarik pelanggan yang berujung pada peningkatan kinerja perusahaan secara positif,” jelas Direktur Infovesta Utama Parto Kawito dalam acara yang bertajuk “The Rise of ESG Investing in Indonesia” di Pasola, Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (27/6/2023).

Lebih lanjut Parto memaparkan, pertumbuhan kuat dan berkelanjutan tersebut terlihat pada pertumbuhan indeks saham-saham perusahaan ESG yang jauh melampaui indeks harga saham gabungan (IHSG), termasuk LQ-45 dan Kompas 100. Dari empat indeks yang menjadi indikator emiten ESG, pertumbuhan tertinggi terjadi pada indeks 45 saham ESG IDX Kehati dan Indeks Sri Kehati yang masing-masing tumbuh 10,13% dan 9,16% dalam satu tahun terakhir hingga 16 Juni 2023.

ADVERTISEMENT

Kemudian indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati sebesar 6,9% dan IDX ESG Leaders sebesar 3,24%, sementara IHSG dan saham-saham LQ-45 pada periode yang sama tumbuh minus 4,99% dan 6,46%. Pertumbuhan bisnis emiten-emiten ESG ini turut mendorong produk reksa dana berbasis ESG yang mencatatkan return (imbal hasil) yang positif, yakni rata-rata 12,6% dibandingkan non-ESG yang sebesar 1,27%.

Saat ini, terdapat 33 produk reksa dana berbasis ESG dengan total dana kelolaan sebesaar Rp 4,8 triliun atau merupakan produk reksa dana terbanyak. Hal ini dirasa positif terhadap upaya-upaya menopang Sustainable Development Goals dan memitigasi risiko global utama yang akan didominasi isu-isu lingkungan dan sosial dalam 10 tahun ke depan. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia