Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Kebab Babarafi (RAFI) Bakal Tebar Dividen Tahun Depan

Penulis : Zsazya Senorita
3 Jul 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Kebab Baba Rafi. (Sumber: Kebab Baba Rafi)
Ilustrasi Kebab Baba Rafi. (Sumber: Kebab Baba Rafi)

JAKARTA, investor.id – Emiten Kebab Babarafi, PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKBFood, menargetkan kenaikan pendapatan sekitar 15-20% tahun ini dari 2022, dengan margin keuntungan 10-15% dari pendapatan. Bila tercapai, perseroan berencana mulai membagikan dividen tahun depan, dari kinerja keuangan 2023.

Sebagai gambaran, tahun lalu SKBFood mencatatkan pendapatan Rp 375,88 miliar yang naik hampir 221% (yoy), dengan laba bersih Rp 12,42 miliar yang tumbuh 12,28%. Sedangkan pada kuartal I-2023, pendapatan perseroan naik 106% menjadi Rp 67,01 miliar namun laba bersihnya terkoreksi 37% menjadi Rp 3,33 miliar.

“Pembagian dividen insyaallah di 2023 ada, berarti tahun depan ya kami rapat jadi tahun berikutnya insyaAllah kami bagi dividen,” ujar Direktur Utama SKBFood (RAFI) Eko Pujianto, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Namun manajemen belum bisa menginformasikan kebijakan besaran rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) yang akan diterapkan.

Target pertumbuhan pendapatan dan laba tahun ini, salah satunya diusahakan tercapai dengan menambah dua kegiatan usaha. Meliputi industri produk roti dan kue, serta industri makanan dan masakan olahan yang telah disetujui pemegang saham.

Sebelumnya, pemilik jaringan waralaba Kebab Turki Babarafi ini, mengakuisisi PT Lazizaa Rahmat Semesta (LRS) dan mendirikan joint venture pabrik beras premium di Madiun, Jawa Timur.

Eko meyakini, kegiatan di sektor produksi dan hilirisasi lainnya akan mempertebal margin profit. Seiring agresifnya SKBFood di bisnis rantai pasok bahan baku makanan. Sehingga akan terjadi keseimbangan terhadap kontribusi pendapatan.

Kontribusi usaha rantai pasok bahan baku makanan dan minuman terhadap pendapatan SKBFood saat ini mencapai sebesar 80%. Sedangkan 20% sisanya merupakan kontribusi dari resto dan bisnis waralaba, termasuk di dalamnya Kebab Turki Babarafi.

“Penguatan sektor hilir adalah salah satunya dalam rangka menjaga porsi kontribusi sebesar 20% tersebut terhadap pendapatan. Selain tentunya juga dalam rangka meningkatkan diversifikasi produk sehingga dengan cara ini perseroan tetap menjaga kreativitas di industri,” tambah Eko.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia