Jumat, 15 Mei 2026

Jobubu Jarum Minahasa (BEER) Optimistis Pendapatan Bertumbuh

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
3 Jul 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi manajemen PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (Perseroan)
Ilustrasi manajemen PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Punya izin volume produksi paling besar, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) optimistis pendapatan bertumbuh setiap tahunnya. Optimisme ini juga ditopang dengan pengembangan dan peluncuran produk baru.

Direktur Penjualan Jobubu Jarum Minahasa (BEER) Aditya Raja Maas menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk terus menaikan pendapatan. Hal itu akan perseroan capai dengan dengan makin terkenalnya produk-produk kami serta dengan memperkenalkan produk-produk inovatif yang baru.

“Kami masih punya runway yang sangat panjang. Izin untuk memproduksi alkohol (IUI MB) yang dimiliki BEER merupakan yang full spectrum terbesar di Indonesia, yaitu 90 juta liter per tahun. Sedangkan kami baru memproduksi sebesar 800 ribu liter. Kami masih bisa tumbuh lebih dari 110 kali,” jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Dalam mengembangkan produk terbarunya, lanjutnya, perseroan akan mengembangkan produk berdasarkan unique competitive advantages. Pihaknya juga menegaskan, BEER memiliki lima unique competitive advantages yaitu izin produksi minuman beralkohol Full Spectrum terbesar, distribusi luas di 27 Provinsi dengan 35 Distributor dan 20 ribu outlet, memiliki 200 izin dalam ekosistem bisnis, mempunyai teknologi Alco Master dan memiliki tim yang berpengalaman.

Adapun soal produk baru, pada Kuartal II-2023, Jobubu berhasil menciptakan produk golongan A yaitu Daebak Spark yang sudah bisa dinikmati di hampir seluruh Indonesia. Daebak Spark merupakan produk Hard Seltzer, yaitu alkohol kadar rendah yang terbuat dari fermentasi buah. Daebak Spark sudah tersedia dalam varian Iced Lemon Tea dan Blood Orange. Daebak Spark akan menambah varian Muscat Grape dan Mango pada bulan Agustus ini.

Peluncurkan produk baru itu akan diringi kerjasama dengan 1.000 gerai supermarket, seperti Pepito, Grand Lucky, Frestive serta Minimart, dan Circle K yang berlokasi di Pulau Bali. Ke depan, emiten berkode saham BEER ini akan memasarkan produk tersebut ke seluruh Pulau Jawa. Maka dari itu, dana hasil IPO salah satu tujuannya untuk membangun pabrik di Semarang.

Pembangunan pabrik di Semarang membutuhkan waktu selama dua tahun, dengan kapasitas produksi yang masih dalam tahap desain. Namun yang pasti, volume produksi akan disesuaikan dengan permintaan atau kebutuhan. Sebelumnya, BEER mengalokasikan dana Rp 9,25 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham untuk membeli lahan di Semarang. Kemudian, dana Rp 10,74 miliar akan dipakai untuk membangun pabrik dan infrastruktur pendukung.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia