Jobubu Jarum Minahasa (BEER) Optimistis Pendapatan Bertumbuh
JAKARTA, investor.id - Punya izin volume produksi paling besar, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) optimistis pendapatan bertumbuh setiap tahunnya. Optimisme ini juga ditopang dengan pengembangan dan peluncuran produk baru.
Direktur Penjualan Jobubu Jarum Minahasa (BEER) Aditya Raja Maas menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk terus menaikan pendapatan. Hal itu akan perseroan capai dengan dengan makin terkenalnya produk-produk kami serta dengan memperkenalkan produk-produk inovatif yang baru.
“Kami masih punya runway yang sangat panjang. Izin untuk memproduksi alkohol (IUI MB) yang dimiliki BEER merupakan yang full spectrum terbesar di Indonesia, yaitu 90 juta liter per tahun. Sedangkan kami baru memproduksi sebesar 800 ribu liter. Kami masih bisa tumbuh lebih dari 110 kali,” jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), akhir pekan lalu.
Dalam mengembangkan produk terbarunya, lanjutnya, perseroan akan mengembangkan produk berdasarkan unique competitive advantages. Pihaknya juga menegaskan, BEER memiliki lima unique competitive advantages yaitu izin produksi minuman beralkohol Full Spectrum terbesar, distribusi luas di 27 Provinsi dengan 35 Distributor dan 20 ribu outlet, memiliki 200 izin dalam ekosistem bisnis, mempunyai teknologi Alco Master dan memiliki tim yang berpengalaman.
Adapun soal produk baru, pada Kuartal II-2023, Jobubu berhasil menciptakan produk golongan A yaitu Daebak Spark yang sudah bisa dinikmati di hampir seluruh Indonesia. Daebak Spark merupakan produk Hard Seltzer, yaitu alkohol kadar rendah yang terbuat dari fermentasi buah. Daebak Spark sudah tersedia dalam varian Iced Lemon Tea dan Blood Orange. Daebak Spark akan menambah varian Muscat Grape dan Mango pada bulan Agustus ini.
Peluncurkan produk baru itu akan diringi kerjasama dengan 1.000 gerai supermarket, seperti Pepito, Grand Lucky, Frestive serta Minimart, dan Circle K yang berlokasi di Pulau Bali. Ke depan, emiten berkode saham BEER ini akan memasarkan produk tersebut ke seluruh Pulau Jawa. Maka dari itu, dana hasil IPO salah satu tujuannya untuk membangun pabrik di Semarang.
Pembangunan pabrik di Semarang membutuhkan waktu selama dua tahun, dengan kapasitas produksi yang masih dalam tahap desain. Namun yang pasti, volume produksi akan disesuaikan dengan permintaan atau kebutuhan. Sebelumnya, BEER mengalokasikan dana Rp 9,25 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham untuk membeli lahan di Semarang. Kemudian, dana Rp 10,74 miliar akan dipakai untuk membangun pabrik dan infrastruktur pendukung.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

