Pilarmas: IHSG Melemah Terbatas, SCMA Hingga SLIS Justru Calon Cuan
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG melemah terbatas pada perdagangan Rabu (5/7/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada support dan resistance 6.673-6.709. Serta, merekomendasikan SCMA hingga SLIS justru calon cuan.
Pada perdagangan Selasa (4/7/2023), IHSG ditutup melemah sebesar 14 poin (0,22%) ke level 6.681. Sektor properti & real estate, technologi, barang baku bergerak negatif dan menopang penurunan IHSG.
Pilarmas menjelaskan, ditengah situasi dan kondisi pengetatan kebijakan moneter kembali di berbagai negara, Bank Sentral Australia tidak ingin gegabah dalam melakukan pengetatan kebijakan moneternya. Pada akhirnya, pada pertemuan di bulan Juli kemarin, Bank Sentral Australia tetap mempertahankan level tingkat suku bunganya di kisaran 4.1%.
Hal ini, lanjut Pilarmas, karena Dewan ingin menilai dampak dari siklus pengetatan kebijakan moneter yang sudah terjadi lebih dari 1 tahun terhadap perekonomian. Saat ini pelaku pasar dan investor, masih terlihat kurang puas dengan pernyataan dari Bank Sentral Australia, dan kabar berikutnya, Gubenur Bank Sentral Australia Phillip Lowe akan mencoba untuk menyampaikan prospek ekonomi pekan depan dalam pidatonya di Brisbane.
“Saat ini pelaku pasar akan menanti pertemuan OPEC+ pada hari Rabu, ditambah dengan risalah kebijakan dari FOMC pada bulan Juni kemarin. Yang tak kalah seru adalah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde juga akan membahas sesuatu di Prancis pada Jumat mendatang,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (5/7/2023).
Pilarmas menambahkan, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia, berdasarkan rilis Bank Dunia menunjukan naik sebesar 9,8% menjadi US$ 4.580 di 2022, dibandingkan pada 2021 yang hanya US$ 4.170. Pencapaian ini tentunya membuat Indonesia kembali berada di kelompok negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC).
“Ini sesuatu yang perlu diapresiasi mengingat di tengah ketidakpastian global dan juga ancaman Covid-19 di tahun lalu, Indonesia berhasil mencatatkan kenaikan GNI,” tambah Pilarmas.
Pilarmas merekomendasikan SCMA hingga SLIS justru calon cuan. Berikut trading plan-nya:
SCMA
Last price: 171
Support: 163
Resistance: 192
Target: 186
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






