Jumat, 15 Mei 2026

Otomotif Bangkit, Saham GJTL Koleksi Lo Kheng Hong Torehkan Cuan 109%

Penulis : Parluhutan Situmorang
5 Jul 2023 | 16:32 WIB
BAGIKAN
Ban sepeda motor Gajah Tunggal Tbk. (ist)
Ban sepeda motor Gajah Tunggal Tbk. (ist)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dittutup terbang Rp 200 (20,62%) ke level tertinggi baru lebih dari lima tahun terakhir Rp 1.170. Satu dari beberapa investor yang paling diuntungkan atas kenaikan ini adalah Lo Kheng Hong.

Mengacu data perdagangan, saham GJTL pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa Rp 3.275 pada 1 Juli 2011. Sedangkan harga penutupan Rp 1.170 menjadi level tertinggi saham GJTL terhitung sejak tahun 2017.

Investor kawakan Lo Kheng Hong selaku pemegang sebanyak 180.001.000 saham GJTL tercatat sebagai investor individu yang ketiban cuan besar hari ini. Dengan kepemilikan tersebut, Lo Kheng Hong membukukan potensi keuntungan alias cuan senilai Rp 36 miliar pada hari ini saja.

ADVERTISEMENT

Sedangkan tingkat keuntungan Lo Kheng Hong sepanjang tahun ini dari saham GJTL telah mencapai Rp 109,8 miliar atau meningkat hampir 109% hanya dalam enam bulan ini.

Lonjakan harga saham GJTL ini seiring dengan ekspektasi membaiknya pasar otomotif nasional. Bahkan hampir seluruh saham yang berhubungan dengan sektor otomotif mendapatkan pandangan positif dari sejumlah analis. 

Trimegah Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menjadi Rp 1.750 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan kebangkitan sektor otomotif.

Analis Trimegah Sekurtias Willinoy Sitorus dan Richardson Raymond dalam risetnya mengungkapkan, target harga tersebut mencerminkan tren kebangkitan industri otomotif di pasar domestik, transisi sektor otomotif ke kendaraan listrik, dan Dharma Polimetal menunjukkan outlook kuat untuk pertumbuhan organik dan anorganik.

Begitu juga dengan prospek saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.350. Dengan harga penutupan kemarin Rp 2.650, terbuka peluang penguatan saham AUTO sebesar 64%.

Menurut Willinoy dan Richardson, target harga tersebut menggambarkan AUTO sebagai produsen suku cadang otomotif terbesar di Indonesia dan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII). Target tersebut juga mempertimbangkan strategi perseroan jaringan distribusi terbesar di Indonesia dan didukung dengan captive market.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia