Otomotif Bangkit, Saham GJTL Koleksi Lo Kheng Hong Torehkan Cuan 109%
JAKARTA, investor.id – Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dittutup terbang Rp 200 (20,62%) ke level tertinggi baru lebih dari lima tahun terakhir Rp 1.170. Satu dari beberapa investor yang paling diuntungkan atas kenaikan ini adalah Lo Kheng Hong.
Mengacu data perdagangan, saham GJTL pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa Rp 3.275 pada 1 Juli 2011. Sedangkan harga penutupan Rp 1.170 menjadi level tertinggi saham GJTL terhitung sejak tahun 2017.
Investor kawakan Lo Kheng Hong selaku pemegang sebanyak 180.001.000 saham GJTL tercatat sebagai investor individu yang ketiban cuan besar hari ini. Dengan kepemilikan tersebut, Lo Kheng Hong membukukan potensi keuntungan alias cuan senilai Rp 36 miliar pada hari ini saja.
Sedangkan tingkat keuntungan Lo Kheng Hong sepanjang tahun ini dari saham GJTL telah mencapai Rp 109,8 miliar atau meningkat hampir 109% hanya dalam enam bulan ini.
Lonjakan harga saham GJTL ini seiring dengan ekspektasi membaiknya pasar otomotif nasional. Bahkan hampir seluruh saham yang berhubungan dengan sektor otomotif mendapatkan pandangan positif dari sejumlah analis.
Trimegah Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menjadi Rp 1.750 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan kebangkitan sektor otomotif.
Analis Trimegah Sekurtias Willinoy Sitorus dan Richardson Raymond dalam risetnya mengungkapkan, target harga tersebut mencerminkan tren kebangkitan industri otomotif di pasar domestik, transisi sektor otomotif ke kendaraan listrik, dan Dharma Polimetal menunjukkan outlook kuat untuk pertumbuhan organik dan anorganik.
Begitu juga dengan prospek saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.350. Dengan harga penutupan kemarin Rp 2.650, terbuka peluang penguatan saham AUTO sebesar 64%.
Menurut Willinoy dan Richardson, target harga tersebut menggambarkan AUTO sebagai produsen suku cadang otomotif terbesar di Indonesia dan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII). Target tersebut juga mempertimbangkan strategi perseroan jaringan distribusi terbesar di Indonesia dan didukung dengan captive market.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






