Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Lanjutkan Pelemahan

Penulis : Indah Handayani
6 Jul 2023 | 05:15 WIB
BAGIKAN
ilustrasi CPO (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)
ilustrasi CPO (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (5/7/2023). Dengan demikian, harga CPO melemah dalam dua hari beruntun. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (5/7/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2023 turun 15 menjadi 3.800 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Agustus 2023 terkoreksi 34 Ringgit Malaysia menjadi 3.857 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 jatuh 21 Ringgit Malaysia menjadi 3.862 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 berkurang 8 Ringgit Malaysia menjadi 3.866 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO November naik 5 Ringgit Malaysia menjadi 3.876 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Desember 2023 bertambah 13 Ringgit Malaysia menjadi 3.890 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, harga CPO terkoreksi dipengaruhi rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode awal Juli (1-5), perubahan kebijakan di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO, gangguan cuaca di negara produsen utama yang dipicu oleh El Nino, situasi di negara konsumen utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), serta situasi di pasar minyak nabati.

“Sepanjang semester-I 2023, harga CPO terpantau bergerak melemah atau turun hampir 12% jika dibandingkan antara harga CPO di awal tahun dengan harga penutupan di bulan Juni,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.  

Untuk harga CPO di semester-II 2023, Yoga memprediksi menguat didukung oleh katalis utama seperti gangguan cuaca akibat El Nino yang berpotensi mengancam pasokan, tidak hanya pasokan CPO namun juga minyak nabati global. Selain itu, isyarat Rusia untuk tidak melanjutkan kesepakatan ekspor via Laut Hitam berpotensi mendorong kenaikan harga minyak nabati, yang secara tidak langsung juga dapat memicu kenaikan untuk harga CPO.

Meski demikian, Yoga menilai penguatan harga CPO akan sedikit terhalang dengan harapan pemulihan ekonomi di global makin menipis, Sebab, mayoritas permintaan CPO diperuntukkan untuk industri makanan, kimia serta bahan bakar biodiesel. “Ketiga sektor tersebut sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi, saat ekonomi melesu maka permintaan pun akan ikut berkurang,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia