Jumat, 15 Mei 2026

Investor Respon Risalah The Fed, Wall Street Terkoreksi

Penulis : Indah Handayani
6 Jul 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Wall Street
Sumber: Antara
Wall Street Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id – Wall Street terkoreksi pasca libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), Rabu (5/7/2023). Investor merespon risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) terbaru untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan moneter AS.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones kehilangan 129,83 poin (0,38%) ditutup pada 34.288,64. Sedangkan S&P 500 turun 0,2% menjadi 4.446,82. Nasdaq tergelincir 0,18% menjadi berakhir pada 13.791,65. Baik Dow dan S&P 500 mengakhiri kenaikan beruntun tiga hari sebelumnya.

Investor mengurai risalah dari pertemuan The Fed yang berlangsung pada 13-14 Juni lalu yang dirilis pada Rabu sore (5/7/2023). Risalah tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan. Risalah ini memberikan konteks tambahan bagi Wall Street mengenai keputusan bank sentral untuk tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni.

ADVERTISEMENT

“Tidak diragukan lagi bahwa kebijakan kenaikan suku bunga The Fed terus mendorong pemikiran investor terkait lintasan pasar dan lintasan ekonomi paruh kedua tahun ini,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments.

“Retorika atau pesan agresif yang terus berlanjut seputar rencana mereka untuk beberapa bulan mendatang, membuat investor semakin gelisah. Dan itu terjadi setelah mereka mulai berbicara tentang dan merenungkan waktu kapan suku bunga akan mulai turun akhir tahun ini hingga 2024,” tambahnya.

Data yang dirilis Rabu pagi (5/7/2023) menunjukkan pesanan pabrik lebih lemah dari yang diharapkan pada bulan Mei. Di akhir minggu ini, investor akan mengamati sejumlah data ketenagakerjaan dan upah untuk mengetahui kekuatan pasar tenaga kerja.

Pasar tutup lebih awal pada Senin (3/7/2023) dan libur pada Selasa untuk libur Hari kemerdekaan AS pada 4 Juli. Pekan lalu, Nasdaq menutup paruh pertama terbaik tahun ini sejak 1983, sementara S&P 500 membukukan kenaikan paruh pertama terbaiknya sejak 2019, karena lonjakan minat pada kecerdasan buatan mendorong optimisme investor pada saham. Dow tertinggal, naik hanya 3,8%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia