Ada Info Baru nih terkait Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (BMTR)
JAKARTA, investor.id - Kepemilikan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) atas saham PT MNC Digital Entertaiment Tbk (MSIN) terpantau bertambah.
BMTR – emiten jagoan Lo Kheng Hong – tercatat kepemilikannya atas saham MSIN meningkat 545 juta saham, menjadi 1.892.105.900 saham atau 15,59% per 4 Juli 2023. Itu sebagaimana data yang dilaporkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) perihal kepemilikan investor di atas 5% semua emiten per 4 Juli.
Sebelumnya, atau per 3 Juli, BMTR hanya menggenggam 1.347.105.900 saham MSIN atau 11,1%.
Di sisi lain, per 4 Juli, kepemilikan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) atas saham MSIN malah berkurang 545 juta saham. Jumlahnya sama dengan peningkatan porsi kepemilikan BMTR di MSIN.
Sehingga MNCN, per 4 Juli, tercatat tinggal menggenggam 1.003.310.816 saham atau 8,27%, berkurang dari hari sebelumnya yang berjumlah 1.548.310.816 saham atau 12,76%.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai perubahaan jumlah kepemilikan saham tersebut. Adapun BMTR, MNCN, dan MSIN merupakan emiten Grup MNC.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pengumuman tertanggal 22 Juni 2023. Isinya terkait perubahan klasifikasi industri perusahaan tercatat.
Dalam pengumuman itu BEI menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi rutin tahunan atas klasifikasi industri perusahaan tercatat di BEI, terdapat 14 perusahaan tercatat yang mengalami perubahan klasifikasi industri. Salah satunya adalah PT Global Mediacom Tbk (BMTR).
Perubahan terkait BMTR adalah klasifikasi lamanya 'C. Perindustrian' menjadi 'E. Barang Konsumen Non-Primer', lebih lanjutnya 'E6. Media dan Hiburan'.
Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong sendiri tercatat memiliki 1.067.633.500 saham BMTR atau 6,44% per 4 Juli. Terakhir, Pak Lo – sapaan akrabnya – membeli 100 ribu saham BMTR di 11 Mei 2023, sehingga jumlahnya menjadi seperti saat ini.
Pak Lo sempat ditanya mengenai apa yang membuat dirinya tertarik dengan saham BMTR. Hal tersebut terjadi di acara Investalk KSPM FEB Universitas Indonesia yang digelar pada 15 Mei 2023 lalu.
Di situ, Pak Lo menjadi narasumber. Salah satu hadirin bertanya apa yang membuat Pak Lo tertarik pada saham BMTR selain fundamental yang baik. Apakah juga karena kemungkinan dilakukannya merger.
Kemudian Pak Lo menjawab, “Semoga seperti yang disebutkan tadi ya (merger) bisa terjadi karena kalau sekarang harga sahamnya bisa Rp 290 (saat itu) nilai buku per sahamnya di atas Rp 900 ya,”
“Ya tentu saja kita berharap penilai bisa menilai seperti di harga bukunya itu. Kalau bisa menilai di harga nilai buku per saham tentu tinggi sekali dibandingkan dengan harga sekarang. Tentu saja kalau seperti yang kita harapkan itu terjadi (merger) ya bisa naik harga sahamnya. Semoga terjadi. itupun juga yang saya nantikan,” pungkas Pak Lo.
Sementara itu, pada perdagangan sesi I tanggal 6 Juli, saham BMTR dibuka naik ke Rp 328 dan terus mendaki. Di sekitar pukul 10:10 WIB, BMTR ada di level Rp 348 atau naik 6,75%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






