Jumat, 15 Mei 2026

Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Rehabilitasi JCC Senayan Rp 115 Miliar

Penulis : Muawwan Daelami
7 Jul 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal
Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih kontrak senilai Rp 115,9 miliar untuk merehabilitasi Jakarta Convention Center (JCC) di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan. Perseroan ditunjuk Kementerian PUPR untuk mengerjakan proyek tersebut.

Atas kepercayaan itu, WIKA menargetkan proyek rehabilitasi JCC ini tuntas Agustus 2023 dengan memakan waktu pekerjaan selama 105 hari.

Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Agung Budi Waskito menjelaskan, proyek rehabilitasi JCC ini merupakan bentuk dukungan perseroan untuk menyediakan sarana dan prasarana berkualitas melalui program Kementerian PUPR. Tujuannya, untuk menyukseskan KTT ASEAN Plus 2023 pada September mendatang.

Pada proyek ini, lanjut Agung, WIKA akan merenovasi gedung, memperbaiki lanskap, dan area parkir bagi para tamu yang hadir seperti pemimpin negara-negara Asean dan negara mitra wicara Asean

“Rehabilitasi akan menampilkan wajah baru JCC melalui desain yang lebih fresh dengan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dalam kancah internasional,” terang Agung dalam keterangan resmi, Kamis (6/7/2023).

Agung menyebut, kepercayaan Kementerian PUPR kepada WIKA merupakan buah dari keberhasilan perseroan dalam menuntaskan berbagai proyek secara cepat dengan tetap menjaga kualitas.

Baca juga: Tren Meningkat, Begini Kinerja Produksi Perusahaan Pembentuk PalmCo

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan perolehan kontrak di JCC senayan sebesar Rp 115,9 miliar, Agung mengatakan, hal ini turut menambah perolehan kontrak baru WIKA sampai Mei 2023, dibandingkan kontrak baru perseroan pada bulan sebelumnya sebesar Rp 10,48 Triliun.

Menurut Agung, kontribusi terbesar pada pos penjualan datang dari segmen EPCC dilanjutkan kontribusi dari industri, infrastruktur dan bangunan gedung, serta realti properti.

"Sementara dari sisi kepemilikan, mayoritas proyek WIKA bersumber dari BUMN dan pihak swasta di mana kontribusi terbesar berasal dari segmen industri penunjang konstruksi, serta pemerintah dengan skema pembayaran monthly progress," tutup Agung. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia