Jumat, 15 Mei 2026

El Nino Terbangkan Saham CPO, LSIP Bisa Naik 40% Lebih

Penulis : Harso Kurniawan
10 Jul 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). Foto: Laporan tahunan.
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). Foto: Laporan tahunan.

JAKARTA, Investor.id  – El Nino diprediksi mengganggu produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Malaysia dan Indonesia, sehingga harga komoditas itu bakal melonjak. Seiring dengan itu, saham-saham CPO yang tercatat di Bursa Efek Indonesia diprediksi turut melambung.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan mengatakan, penguatan harga CPO baru-baru ini didorong ekspektasi terganggunya produksi dan suplai komoditas itu akibat fenomena El Nino yang dapat menimbulkan kekeringan. “Atas dasar itu, harga CPO bisa naik, karena kurangnya pasokan. Ini akan berdampak pada kenaikan pendapatan emiten, karena harga dasar yang naik,” kata dia kepada Investor Daily, belum lama ini.

Namun, dia menilai, pendapatan emiten CPO bisa saja flat. Sebab, walau harga naik, produksi CPO berkurang. “Intinya, kita masih harus pantau lagi ke depannya seperti apa," ujar dia. 

ADVERTISEMENT

Secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya memproyeksikan saham-saham emiten CPO saat ini masih di awal fase uptrend. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan dalam jangka pendek akan terkoreksi terlebih dahulu.

Dia menyebut sejumlah saham CPO layak dicermati, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), dengan target harga Rp 7.700-7.900, Rp 1.060-1.085, Rp 750-780, dan Rp 103-110.

Sementara itu, DBS menilai, jika El Nino 2023 akan seberat 2015-2016, bakal terjadi cuaca ekstrem di musim panas Indonesia. Ini akan memicu disrupsi pasokan produk perkebunan Indonesia, seperti CPO.

Atas dasar itu, broker ini memilih saham LSIP untuk pilihan investasi semester II-2023. Rekomendasi saham LSIP dari DBS adalah buy dengan target harga Rp 1.500, dibandingkan harga terakhir Rp 1.055.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia