Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat: RI Harus Kuasai 51% Saham Vale Indonesia (INCO)

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
10 Jul 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Foto: Perseroan)
Kegiatan pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Pengamat pertambangan Ahmad Redi mengatakan, Indonesia harus menguasai 51% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sesuai amanat dari undang-undang Minerba. Dengan begitu, pengelolaan tambang perusahaan bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan Indonesia.

“Kewajiban divestasi saham 51% merupakan kewajiban UU Minerba, terlebih bagi PT Vale yang merupakan pemegang KK yang dikenai kewajiban ini sudah ada di KK sebelum UU Minerba,” jelasnya di Jakarta, Minggu (9/6/2023).

Menurutnya, kepemilikan 51% pihak Indonesia yakni pemerintah, BUMN dan BUMD menyangkut kepentingan dalam Pasal UUD 1945 terkait sumber daya alam (SDA) yang mesti dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Selain itu, pemerintah seharusnya bersikap yang tegas terkait pengelolaan SDA ini.

ADVERTISEMENT

Ahmad Redi menambahkan, jika tidak ada divestasi 51% kepada pemerintah, BUMN dan BUMD maka lebih baik izin Vale tidak dilanjutkan dan kembali ke negara. Kemudian, negara menunjuk BUMN bersama BUMD mengelola tambang tersebut. Ia menambahkan, 51% saham ke pihak Indonesia tersebut tidak termasuk saham publik di dalamnya.

“Pemerintah mesti memiliki politik pengelolaan SDA yang tegas dan ideologis sesuai konstitusi, bila tidak ada divestasi saham 51% kepada pemerintah, BUMN, dan BUMD maka lebih baik KK Vale tidak diteruskan dengan IUPK. Artinya pasca KK berakhir maka wilayahnya kembali ke negara lalu menugaskan BUMN bersama BUMD untuk mengusahakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ujar dia.

Dia juga mencontohkan, praktik divestasi yang dilakukan Freeport dimana pemerintah akhirnya memiliki sebagian besar saham perusahaan asal Amerika tersebut. Untuk kasus Vale, seharusnya lebih mudah.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia