Jelang Lapkeu Kuartal II, Profitabilitas GOTO Diprediksi Terus Membaik
JAKARTA, Investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksikan mencetak perbaikan tingkat keuntungan (profitabilitas) pada kinerja kuartal II-2023. Begitu juga dengan EBITDA disesuaikan positif diprediksi tercapai sesuai target akhir tahun ini.
Analis CIMB Sekuritas Indonesia Nathania Givanna Adjie dan Ryan Winipta mengatakan, rugi EBITDA disesuaikan GOTO diprediksi turun tajam menjadi Rp1,10 triliun pada kuartal II-2023, dibandingkan kuartal I-2023 senilai Rp 1,59 triliun.
Penurunan rugi EBITDA tersebut terlihat dari beberapa insiatif yang diambil manajemen GOTO dengan fokus mengejar profitabilitas. Di antaranya, perseroan telah berhasil menaikkan jasa per transaksi dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000-3.000 terhitung sejak Mei 2023.
Begitu juga dengan komisi segmen business to consumer (B2C) sekitar 50-100 bps. Perseroan juga diprediksi bisa menekan biaya promosi ke pelanggan turun dari Rp 2,64 triliun pada kuartal I-2023 menjadi Rp 2,39 triliun pada kuartal II-2023.
Perbaikan EBITDA disesuaikan juga didukung atas keberhasilan GOTO memotong sejumlah biaya, seperti biaya marketing, dan biaya-biaya lainnya. Semuanya diprediksi tercermin dalam laporan keuangan kuartal II-2023.
“Dengan demikian perseroan diprediksi sukses memangkas rugi EBITDA senilai Rp 500 miliar pada kuartal II-2023. Asumsi penurunan rugi EBITDA berlanjut, GOTO diprediksi mulai mencatatkan EBITDA disesuaikan positif pada kuartal IV-2023,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta.
Baca Juga:
Babak Baru Bagi GOTOTerkait penjualan kotor di tengah fokus profitabilitas, dia mengatakan, diprediksi tidak terpengaruh besar. Pendapatan bruto disinyalir hanya turun tipis menjadi Rp 5,80 triliun pada kuartal II-2023, dibandingkan realisasi pada kuartal I-2023 senilai Rp 5,98 triliun. Sebaliknya pendapatan bersih diestimasi naik dari Rp 3,38 triliun pada kuartal I-2023 menjadi Rp 3,40 triliun pada kuartal II-2023.
Berbagai Insiatif
Pandangan positif terhadap prospek saham GOTO sebelumnya telah diberikan Mandiri Sekuritas (Mansek). Menurut tim riset Mansek bahwa sejumlah inisiatif yang dilakukan GOTO, seperti perombakan direksi dan komisaris serta efisiensi besar-besaran bakal menjadi kunci perseroan meraih profitabilitas.
Seiring dengan itu, kuartal IV-2023, earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) disesuaikan Goto diprediksi berbalik positif menjadi Rp 69 miliar. Tren ini diprediksi berlanjut tahun depan, dengan torehan EBITDA disesuaikan Rp 179 miliar.
Baca Juga:
Tok! Patrick Walujo Jadi Dirut GOTOMansek juga menyebutkan bahwa bisnis Goto masih berjalan, kendati penetrasi TikTok Shop makin kuat. Bagi broker itu, TikTok Shop bukan kompetitor langsung Tokopedia.
Alhasil, Mansek memangkas proyeksi rugi EBITDA tahun 2023 menjadi Rp 4,7 triliun dari tadinya Rp 8,5 triliun. Sekuritas ini percaya Goto akan mencapai titik impas EBITDA disesuaikan kuartal IV tahun ini.
Mansek memprediksi gross transaction value (GTV) Goto turun 2,7% secara tahunan dan 1,4% secara kuartalan kuartal II-2023. Mansek juga memprediksi terjadi penurunan biaya terhadap total pendapatan Rp 800 miliar, penjualan dan pemasaran, serta biaya penjualan, umum, dan administrative.
Baca Juga:
Gara-Gara Ini IHSG GalauPerkiraan tersebut mendorong Mansek mempertahankan rekomendasi buy saham GOTO dengan target harga Rp 195, turun dibandingkan sebelumnya Rp 200. Ini berdasarkan valuasi EV/gross revenues 5,5 kali dan EV/net revenues 7,7 kali tahun 2024.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






