Merdeka Battery (MBMA) Buka-bukaan Gelontorkan Duit Rp 5,7 T untuk Ini
JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) buka-bukaan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
“Bersama ini kami sampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham sebagaimana terlampir,” jelas Sekretaris Perusahaan Merdeka Battery, Deny Greviartana Wijaya dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (13/7/2023).
Adapun tanggal efektif dari IPO Merdeka Battery jatuh pada 18 April 2023. Perseroan mencatat jumlah hasil IPO senilai Rp 9,18 triliun dan dikurangi biaya penawaran umum Rp 247,46 miliar. Hasil bersih dari IPO yang didapat MBMA Rp 8,93 triliun.
Per 30 Juni, perseroan merealisasikan penggunaan dana IPO dengan rincian, yakni pelunasan pokok utang perseroan Rp 4,46 triliun, mengambil alih hak tagih perjanjian fasilitas dukungan induk MTI (Merdeka Tsingshan Indonesia) Rp 449,91 miliar, mendanai modal kerja perseroan Rp 102,02 miliar, mendanai belanja modal MTI Rp 374,87 miliar, dan mendanai modal kerja ZHN (Zhao Hui Nickel) Rp 374,14 miliar.
Total realisasi penggunaan dana IPO sampai dengan akhir Juni adalah Rp 5,76 triliun. Sedangkan sisa dana IPO yang belum terpakai Rp 3,17 triliun.
Eksplorasi
Pada bagian lain, Merdeka Battery (MBMA) melaporkan aktivitas eksplorasi untuk periode April-Juni atau kuartal II-2023.
Sekretaris Perusahaan Merdeka Battery, Deny Greviartana Wijaya menjelaskan, perseroan memiliki beberapa aset bisnis yang berkualitas tinggi dalam rantai nilai mineral strategis dan bahan baku kendaraan bermotor listrik yang terletak di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
“MBMA terus melanjutkan kegiatan eksplorasi dengan fokus pada sumber daya nikel di Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dengan informasi berikut,” terang Deny dalam keterbukaan informasi.
Dia menyebutkan, total perkiraan biaya eksplorasi yang dikeluarkan untuk proyek/tambang SCM pada kuartal II-2023, yaitu Rp 31,3 miliar yang terdiri dari pengeboran sumber daya umur tambang dan pekerjaan tes terkait.
“Areanya proyek SCM, Konawe, Sulawesi Tenggara. Semua pekerjaan diselesaikan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (anak usaha MBMA),” sebutnya.
Dia menambahkan, area yang dipilih untuk program pengeboran eksplorasi adalah area yang dekat dengan lubang tambang saat ini dan sesuai dengan rencana penambangan di masa depan. “Sebanyak 304 lubang bor telah selesai dengan total 8.178 meter selama kuartal II-2023,” ungkap Deny.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






