Jumat, 15 Mei 2026

GIC Berpeluang Borong Saham Cinema XXI (CNMA)

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Jul 2023 | 14:04 WIB
BAGIKAN
Cinema XXI (CNMA). (Foto Ilustrasi: Perseroan)
Cinema XXI (CNMA). (Foto Ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) tengah melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham fase bookbuilding hingga 14 Juli. Pencatatan (listing) saham CNMA di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 2 Agustus 2023, dan pada saat itu Government of Singapore Investment Corporation (GIC) berpeluang membeli saham CNMA.

“Menurut prospektusnya, pada 5 Desember 2016, CNMA menandatangani perjanjian call option dengan Salween Investment Pte Ltd, kendaraan investasi GIC. Opsi tersebut akan berlaku pada tanggal listing,” tulis analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dan Research Associate Samuel Sekuritas Laurencia Hiemas dalam riset terbaru.

Menurut Farras dan Laurencia, dalam perjanjian tersebut, Nusantara Sejahtera Raya melalui pemegang saham terbesarnya, PT Harkatjaya Bumipersada (HJB), akan memberikan hak opsi kepada Salween untuk membeli 15 miliar saham CNMA. Begitu juga dengan PT Adi Pratama Nusantara (APN) yang akan memberikan hak opsi yang sama untuk 3,75 miliar saham CNMA.

ADVERTISEMENT

“Potensi suntikan dana besar. Harga pelaksanaan opsi tersebut sama dengan harga final IPO. Jika GIC mengambil semua opsi, GIC akan memiliki 22,51% saham CNMA senilai Rp 5-5,4 triliun,” sebut Farras dan Laurencia.

Sementara itu, Nusantara Sejahtera Raya juga berpotensi meraup dana hasil IPO sebesar Rp 2,2-2,4 triliun. Emiten baru dengan kode saham CNMA tersebut melepas sebanyak 8,33 miliar saham atau setara 10% kepada publik, dengan harga IPO pada kisaran Rp 270-288 per saham.

Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 10-14 Juli. Perkiraan tanggal efektif pada 25 Juli dan masa penawaran umum dijadwalkan pada 27-31 Juli. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah JP Morgan Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan UBS Sekuritas Indonesia.

Adapun pengendali CNMA adalah Benny Suherman, Cisca Widjaja, Suryo Suherman, Melia Suherman, dan Arif Suherman. Mereka juga adalah pemilik manfaat akhir dari perseroan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 22 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia