Jumat, 15 Mei 2026

Vale (INCO) Diprediksi Lebih Unggul, Sahamnya Jadi Top Picks

Penulis : Parluhutan Situmorang
14 Jul 2023 | 08:37 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi saham pilihan teratas untuk sektor perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi. Target harga tersebut mempertimbangkan bahwa Vale satu-satunya perusahaan nikel dari dalam negeri yang menggunakan acuan harga jual nikel LME.

Sedangkan perusahaan nikel lainnya cenderung menggunakan acuan harga jual nikcel pig iron (NPI). Sebagaimana diketahui rata-rata penurunan nikel di LME lebih rendah mencapai 14% pada kuartal II-2023 dibandingkan dengan penurunan harga nickel pig iron (NPI) Tiongkok mencapai 20%.

“Kami mempertahankan saham INCO sebagai pilihan teratas untuk sektor produsen nikel. Sedangkan penurunan harga saham dalam beberapa hari terakhir hanya bersifat jangka pendek dipengaruhi rencana divestasi saham INCO kepada pemerintah,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset yang diterbitkan hari ini.

ADVERTISEMENT

Terkait penurunan harga NPI yang lebih dalam, menurut dia, akibat lambatnya pemulihan ekonomi Tiongkok yang berimbas terhadap penurunan permintaan baja nirkarat (stainless steel). Namun, tidak demikian dengan harga nikel LME dengan penurunan relatif masih terkendali.

Oleh karena itu, menurut dia, kinerja keuangan perusahaan tambang nikel nasional yang menggunakan acuan harga LME akan lebih baik yang diharapkan membuat sahamnya lebih atraktif, dibandingkan dengan produsen NPI yang kini tengah menderita akibat penurunan dalam harga NPI Tiongkok.

“INCO satu-satunya perusahaan yang menggunakan harga jual acuan LME, sehingga diprediksi margin keuntungan perseoran akan lebih unggul, dibandingkan produsen lainnya,” tulisnya.

Selain harga, dia menjelaskan, Vale Indonesia didukung volume produksi lebih solid tahun ini dengan target mencapai 70 ribu ton pada 2023. Sedangkan volume produksi semester I-2023 diprediksi mencpai 33.539 ton atau berkisar 48% dari target tahun ini.

“Kami meyakini bahwa INCO bisa mencapai target produksi 70 ribu ton tersebut, seiring upaya perseroan untuk menaikkan volume produksi pada paruh kedua tahun ini,” terangnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia