Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Masuk Era Bullish, Dua Saham Ini Bakal Tambah Panas 

Penulis : Zsazya Senoritas
15 Jul 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memasuki fase bullish sejak berhasil rebound dari batas bawah 6.560 pada 26 Juni 2023. Sejalan dengan itu, indeks diprediksi melanjutkan kenaikan hingga ke level 6.960, sebelum menyentuh 7.000, dibandingkan penutupan kemarin di level 6.869.

Katalis penguatan indeks ke depan adalah turunnya laju inflasi di Amerika Serikat (AS). Juni 2023, consumer price index (CPI) AS mencapai 3%, lebih rendah dari Mei sebesar 4,1%. Ini membuka peluang The Fed hanya akan menaikkan suku bunga acuan, The Federal Funds Rate (FFR), satu kali hingga akhir 2023 dari posisi saat ini 5-5,25%.

Dari dalam negeri, inflasi sudah dua kali berada di sasaran Bank Indonesia, 2-4%. Juni dan Mei 2023, inflasi masing-masing mencapai 3,52% dan 4%.

ADVERTISEMENT

Kemarin, IHSG naik 59,36 poin atau 0,87%, dengan nilai transaksi nyaris Rp 8 triliun. Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti teknologi 2,79%, energi 1,57%, properti 1,48%, dan infrastruktur 0,87%.

Investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 622,12 miliar. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 283,12 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 184,04 miliar, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 50,69 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 33,78 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 30,07 miliar.

“Semestinya, IHSG akan menguji parallel channel resistance di kisaran 6.960, sedangkan last higher high tahun ini berada di level 6.972,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Jumat (14/7/2023).

Menurut Nafan, salah satu katalis positif penguatan IHSG adalah inflasi AS yang dalam tren menurun. Bahkan, inflasi AS sudah mendekati target The Fed di kisaran 2%. “Jadi wajar pelaku pasar global meningkatkan risk appetite, sehingga ramai-ramai akumulasi di pasar saham,” tutur dia.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia