Perusahaan Keamanan Siber ITSEC Asia (CYBR) Mau IPO, Buka Harga Rp 100-110
JAKARTA, investor.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) bersiap melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 1.008.734.800 saham atau 15,64%. Harga penawarannya di kisaran Rp 100-110 per saham.
Dalam prospektus awal yang diterbitkan Selasa (18/7/2023), ITSEC Asia membidik dana IPO sebanyak-banyaknya Rp 110,96 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 18-26 Juli. Sedangkan perkiraan masa penawaran umum di 2-4 Agustus. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek Mirae Asset Sekuritas.
Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 504.367.400 waran seri I secara gratis bagi pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Di mana setiap waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanan Rp 400. Total dana dari waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 201,74 miliar.
Pengendali perseroan adalah Patrick Rudolf Dannacher. Dia juga merupakan komisaris utama dari perseroan.
Berikut susunan pemegang saham ITSEC Asia (CYBR) sebelum IPO:
Dana IPO
ITSEC Asia (CYBR) didirikan pada tahun 2010 di Indonesia dengan kantor regional di Singapura dan Australia yang menawarkan layanan keamanan siber untuk pelanggan di 13 negara di seluruh Asia Pasifik. ITSEC adalah salah satu perusahaan keamanan siber terkemuka, dengan lebih dari 200 karyawan di tiga negara.
Perseroan menyediakan solusi keamanan informasi di seluruh sektor keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, manufaktur, dan industri penting lainnya. Perseroan juga memiliki pengalaman luas membantu pelanggannya dengan pencegahan penipuan, teknologi operasional (TO), dan keamanan industrial IoT (IioT).
ITSEC melayani lebih dari 60 klien blue-chip yang mencakup perbankan, asuransi, jasa keuangan, telekomunikasi dan IT, pemerintah, energi, e-commerce, layanan kesehatan, dan lain sebagainya. Sebagian besar pelanggan ini tersebar di kawasan Asia Pasifik.
Dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 87% akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung perluasan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura dan Australia, dan untuk membangun tim baru serta menyewa kantor di wilayah-wilayah di mana manajemen perseroan melihat adanya peluang pasar.
Sekitar 13% akan digunakan sebagai belanja modal untuk mendukung perluasan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura dan Australia, serta untuk melakukan ekspansi di wilayah-wilayah di mana manajemen perseroan melihat adanya peluang pasar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






