Industri Otomotif Bergerak Kencang, Saham Dharma Group (DRMA) Bisa Terbang
JAKARTA, investor.id – Penjualan mobil secara nasional pada semester I-2023 sesuai perkiraan analis, bahkan penjualan sepeda motor melampaui estimasi. Lantas, bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham emiten di sektor otomotif? Simak juga potensi cuannya...
Berdasarkan data asosiasi, penjualan sepeda motor secara nasional pada Juni 2023 tumbuh signifikan 66,6% (year on year/yoy) mencapai 493.763 unit. Hal itu didorong oleh normalisasi pasokan semikonduktor yang mana pada tahun lalu sempat terkendala dan mengganggu produksi pada Mei-Juli 2022.
“Kinerja positif tersebut mendorong penjualan sepeda motor secara akumulatif pada semester I-2023 naik 42,5% (yoy) mencapai 3,2 juta unit, melebihi perkiraan kami (55,2% dari proyeksi 2023 SSI, rata-rata semester I/setahun penuh saat prepandemi 2017-2019 sebesar 47,6%),” tulis analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia dan Research Associate Samuel Sekuritas Ashalia Fitri dalam riset terbaru.
Tak hanya sepeda motor, penjualan mobil pada Juni 2023 juga naik 4,7% (yoy) mencapai 82.581 unit dan mengarahkan penjualan pada semester I-2023 naik 6,5% (yoy) mencapai 505.985 unit. “Itu sejalan dengan perkiraan kami (50,6% proyeksi 2023 SSI, rata-rata semester I/setahun penuh saat prepandemi 2017-2019 sebesar 48,1%),” sebut Pebe dan Ashalia.
Mereka pun menilai, pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, seiring dengan rilis merek baru dari beberapa ATPM. Terlebih, bakal ada event GIIAS pada Agustus mendatang. “Kami mempertahankan proyeksi penjualan sepeda motor dan mobil tahun ini masing-masing sebesar 5,8 juta dan 1 juta unit,” jelas Pebe dan Ashalia.
Mengenai pangsa pasar, Astra International (ASII) kembali mempertahankan posisinya sebagai market leader sepanjang semester I-2023, baik pada penjualan mobil (55%) maupun sepeda motor (73%).
Baca Juga:
Siapkan Rp 15 Triliun, Astra (ASII) Lirik Investasi Consumer, Healthcare, dan Energi TerbarukanUntuk mobil, ASII berhasil mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 7,4% (yoy), yang merepresentasikan laju pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan industri (+6,5% yoy). Hal itu didorong oleh pertumbuhan merek utamanya, yaitu Toyota (+7,2% yoy, 57,7% penjualan mobil ASII) dan Daihatsu (+9,8% yoy, 35,7% penjualan mobil ASII).
Walaupun demikian, terdapat beberapa brand kompetitor ASII yang juga mencatatkan pertumbuhan agresif, di antaranya Honda (+19,3% yoy) dan Hyundai (+63,2% yoy). Pertumbuhan tersebut seiring peluncuran model terbaru.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






