Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Melesat di Atas 1%, Didukung Pernyataan Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
19 Jul 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak (Foto: Investor Daily/REUTERS/Nerijus Adomaitis)
Ilustrasi harga minyak (Foto: Investor Daily/REUTERS/Nerijus Adomaitis)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik lebih dari 1% pada Selasa (19/7/2023). Didukung pernyataan Tiongkok bahwa pemerintahannya akan bertindak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di importir minyak terbesar dunia. Serta, harapan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) akan segera berhenti menaikkan suku bunga dan perkiraan penurunan output AS.

Dikutip dari Reuters, Brent naik US$ 1,13 (1,4%) menjadi menetap di US$ 79,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat US$1,60 (2,2%) menjadi menetap di US$ 75,75.

Itu memangkas premi Brent atas WTI ke level terendah sejak akhir Mei. Premi yang lebih kecil membuat kecil kemungkinan perusahaan energi akan menghabiskan uang untuk mengirim kapal ke AS untuk mengambil kargo mentah untuk diekspor.

ADVERTISEMENT

Di AS, beberapa berita ekonomi selama sekitar seminggu terakhir, termasuk laporan Selasa (19/7/2023) yang menunjukkan penjualan ritel naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Juni. Berita tersebut telah meningkatkan ekspektasi The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga setelah kenaikan 25 basis poin yang diperkirakan secara luas pada pertemuan 25-26 Juli.

"Dengan sektor manufaktur melemah dan inflasi menunjukkan tanda-tanda pelambatan yang menggembirakan, kenaikan suku bunga The Fed pada Juli yang diantisipasi secara luas mungkin menjadi yang terakhir," kata analis di bank ING dalam sebuah catatan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi serta mengurangi permintaan minyak.

Setelah memposting data produk domestik bruto yang lamban di awal minggu, perencana ekonomi utama Tiongkok berjanji akan meluncurkan kebijakan untuk ‘memulihkan dan memperluas’ konsumsi tanpa penundaan.

Trader energi memperkirakan pasar minyak akan tetap ketat karena pengiriman Rusia turun dan karena Tiongkok bersiap untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada rumah tangga,” kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia