Jumat, 15 Mei 2026

Minim Penggerak Pasar, Emas Berjangka Tak Berubah

Penulis : Grace El Dora
20 Jul 2023 | 12:11 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. (Foto: Investor Daily/HO-Bappebti)
Emas batangan. (Foto: Investor Daily/HO-Bappebti)

CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka menetap tidak berubah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga logam mulia ini naik tajam sehari sebelumnya, karena minimnya penggerak pasar di tengah spekulasi mengenai apakah Federal Reserve (Fed) hampir mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange ditutup pada 1.980,80 dolar Amerika Serikat (AS) per ounce, tidak berubah dari penyelesaian hari perdagangan sebelumnya, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.984,60 dolar AS dan terendah di 1.973,30 dolar AS.

Emas berjangka melonjak 24,40 dolar AS atau 1,25% menjadi 1.980,80 dolar AS pada Selasa (18/7/2023), setelah tergelincir 8,0 dolar AS atau 0,41% menjadi 1.956,40 dolar AS pada Senin (17/7/2023), dan naik tipis 0,60 dolar AS atau 0,03% menjadi 1.964,40 dolar AS pada Jumat (14/7/2023).

ADVERTISEMENT

Departemen Perdagangan AS pada Rabu (19/7/2023) melaporkan pembangunan rumah baru AS turun 8,0% menjadi 1,43 juta unit pada Juni secara tahunan, menyusul kenaikan pada Mei 2023.

Departemen Perdagangan AS lebih lanjut melaporkan izin mendirikan bangunan AS, yang dapat mengisyaratkan pembangunan rumah di masa depan, turun 3,7% pada Juni secara bulan ke bulan (MoM) ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,44 juta. Para ekonom memperkirakan izin turun 0,7% secara MoM.

Logam kuning menandai kenaikan kuat pada Selasa menyusul rilis data yang menunjukkan penjualan ritel AS tumbuh kurang dari yang diperkirakan pada Juni. Hasil ini menunjukkan potensi inflasi konsumen yang kurang kuat.

Tetapi kekuatan dolar, yang rebound tajam dari posisi terendah 15 bulan, membuat kenaikan harga emas yang lebih besar terbatas. Greenback diperkirakan akan melihat tawaran yang meningkat menjelang pertemuan Federal Reserve minggu depan.

Adapun pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan diadakan minggu depan. Investor memperkirakan satu kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan tersebut.

Sinyal dovish dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) juga mendorong daya tarik emas, begitu pula peningkatan permintaan safe haven dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang memburuk di Tiongkok.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September menguat 13,10 sen atau 0,52% menjadi ditutup pada 25,387 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober tergelincir 9,60 dolar AS atau 0,97% menjadi menetap pada 984,80 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 36 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 40 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia