Jumat, 15 Mei 2026

Mau IPO, Laba Bersih Folk Group (FOLK) Terbang di Atas 2.700%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Jul 2023 | 14:17 WIB
BAGIKAN
PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) atau Folk Group. (Foto: Perseroan)
PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) atau Folk Group. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) atau Folk Group akan melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 570 juta saham atau 14,44%.

Dalam prospektus awal, perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 100-105 per saham sehingga jumlah dana yang bakal diraih dari aksi IPO ini sebanyak-banyaknya Rp 59,85 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 20-24 Juli 2023.

Manajemen menjelaskan bahwa Folk Group bergerak untuk membangun ekonomi kreatif melalui media, brand, dan intelektual property dengan misi untuk membangun ekosistem yang scalable dan sustainable dengan berkolaborasi aktif dengan para disruptors.

ADVERTISEMENT

Perseroan berkomitmen untuk selalu memberikan nilai tambah yang positif kepada target pelanggannya yang terdiri dari generasi milenial dan gen Z dengan cara edukasi positif melalui sarana media yang dimiliki perseroan dan juga menciptakan produk-produk lokal yang sustainable dan ramah lingkungan. Perseroan didirikan pada 2019.

Perseroan melayani pelanggan melalui ekosistem yang komprehensif terdiri dari new age media commerce dan omni-channel retail brands. Perseroan saat ini memiliki 3 pilar media melalui entitas anak dan investee companies yaitu FMN (PT Finfolk Media Nusantara), R66 (PT Rute Enampuluhenam Indonesia), dan USS (PT Untung Selalu Sukses). Seluruh channel media platform dari 3 pilar media tersebut telah ditonton oleh lebih dari 113 juta viewers dan memiliki followers lebih dari 3,2 juta.

Untuk menjangkau pelanggan secara menyeluruh, perseroan saat ini memiliki 3 omni-channel retail brands, yaitu AIM (PT Amazara Indonesia Mudakarya), DGI (PT Drsoap Global Indonesia) dan SKI (PT Syca Kreasi Indonesia).

Laba Bersih

Multi Garam Utama (FOLK) atau Folk Group membukukan penjualan neto Rp 40,23 miliar pada tahun 2022. Angkanya naik 69,06% dari tahun 2021 di Rp 23,8 miliar.

Manajemen Folk Group menyebutkan, kontribusi terbesar kenaikan pada periode 31 Desember 2022 atas penjualan neto berasal dari penambahan produk baru/SKU baru, juga penambahan kolaborasi dengan brand-brand lain, dan terselenggaranya acara konferensi edukasi keuangan terbesar yakni Finfolk Conference.

Beban pokok penjualan di 2022 sebesar Rp 16,31 miliar. Jumlahnya meningkat 44,37% dari tahun sebelumnya Rp 11,3 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan oleh peningkatan persediaan awal barang dagangan sebesar Rp 2,65 miliar atau sebesar 116,66% dan peningkatan beban pokok pendapatan sebesar Rp 1,99 miliar atau sebesar 153,21%.

Perseroan pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 mencatatkan laba usaha sebesar Rp 5,17 miliar dari rugi sebesar Rp 45,66 juta pada tahun 2021. Laba tersebut terjadi seiring dengan peningkatan laba bruto sebesar 91,38% dan peningkatan penghasilan lain-lain neto 283,12%.

Kenaikan penghasilan lain-lain neto disebabkan oleh kenaikan penghasilan lain-lain 372,34% dan adanya keuntungan bersih investasi yang belum direalisasi sebesar Rp 3,87 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan FOLK pada 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,14 miliar atau sebesar 2.272,46% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, yakni dari laba Rp 226,35 juta menjadi laba Rp 5,37 miliar.

Selanjutnya, Folk Group membukukan laba neto periode/tahun berjalan Rp 5,2 miliar pada tahun 2022. Angkanya melonjak 2.785,29% dari realisasi pada tahun 2021 di Rp 180,27 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia