Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, BTPS Hingga DMAS Dijagokan Bakal Cuan
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas pada perdagangan Jumat (21/7/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran support dan resistance 6.840-6.888. Perusahaan efek itu merekomendasikan BTPS hingga DMAS dijagokan bakal cuan.
“Hati hati, ada potensi koreksi IHSG hari ini,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (21/7/2023).
Pada perdagangan Kamis (20/07/2023), IHSG ditutup menguat sebesar 33 poin (0,50%) ke level 6.864. Sektor energi (1,56%). Sedangkan, Properti & Real Estate (1,53%) paling kuatnya naiknya. Sementara di posisi terlemah turun sektor teknologi (0,97%).
Pilarmas menjelaskan, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dalam outlook edisi bulan Juli 2023, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif dengan kata lain masih bertumbuh, namun demikian akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023.
Melambatnya pertumbuhan tersebut di perkirakan karena tak ada tanda-tanda masyarakat menyalurkan konsumsi yang tertahan, pelaku usaha tengah menahan ekspansi dan dalam tren menunggu kepastian (wait and see), faktor basis tinggi (high base effect) akibat tingginya harga komoditas pada tahun lalu sehingga ekspor melambat, dan penurunan permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia.
Berdasarkan asumsi tersebut ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,8% yoy di tahun 2023. Hal yang sama sebelumnya Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tingkat di bawah 5% untuk 2023.
Dalam laporan terbarunya, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 hanya berada di level 4,7%. Adapun, OECD memperkirakan ekonomi RI akan tumbuh sebesar 5,1% pada 2024 sedangkan ADB pertumbuhan ekonomi indonesia akan meningkat pada tahun 2024, yaitu menjadi 5,0% yoy.
“Pasar berharap outlook tersebut tentunya menjadi perhatian para pemangku kebijakan dan dapat sebagai bahan evaluasi sehubungan dengan ekonomi nasional di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik,” tambah Pilarmas.
Sehingga, Pilarmas menjelaskan, dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dengan langkah dalam perumusan kebijakan, sinergi fiskal dan moneter perlu terus diperkuat agar kebijakan ekonomi nasional yang dihasilkan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat dan negara dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.
Pilarmas merekomendasikan BTPS hingga DMAS dijagokan bakal cuan. Berikut rinciannya:
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






