Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, BTPS Hingga DMAS Dijagokan Bakal Cuan

Penulis : Indah Handayani
21 Jul 2023 | 08:10 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas pada perdagangan Jumat (21/7/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran support dan resistance 6.840-6.888. Perusahaan efek itu  merekomendasikan BTPS hingga DMAS dijagokan bakal cuan.

“Hati hati, ada potensi koreksi IHSG hari ini,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (21/7/2023).

Pada perdagangan Kamis (20/07/2023), IHSG ditutup menguat sebesar 33 poin (0,50%) ke level 6.864. Sektor energi (1,56%). Sedangkan, Properti & Real Estate (1,53%) paling kuatnya naiknya. Sementara di posisi terlemah turun sektor teknologi (0,97%).

ADVERTISEMENT

Pilarmas menjelaskan, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dalam outlook edisi bulan Juli 2023, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif dengan kata lain masih bertumbuh, namun demikian akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023.

Melambatnya pertumbuhan tersebut di perkirakan karena tak ada tanda-tanda masyarakat menyalurkan konsumsi yang tertahan, pelaku usaha tengah menahan ekspansi dan dalam tren menunggu kepastian (wait and see), faktor basis tinggi (high base effect) akibat tingginya harga komoditas pada tahun lalu sehingga ekspor melambat, dan penurunan permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia.

Berdasarkan asumsi tersebut ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,8% yoy di tahun 2023. Hal yang sama sebelumnya Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tingkat di bawah 5% untuk 2023.

Dalam laporan terbarunya, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 hanya berada di level 4,7%. Adapun, OECD memperkirakan ekonomi RI akan tumbuh sebesar 5,1% pada 2024 sedangkan ADB pertumbuhan ekonomi indonesia akan meningkat pada tahun 2024, yaitu menjadi 5,0% yoy.

“Pasar berharap outlook tersebut tentunya menjadi perhatian para pemangku kebijakan dan dapat sebagai bahan evaluasi sehubungan dengan ekonomi nasional di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik,” tambah Pilarmas.

Sehingga, Pilarmas menjelaskan, dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dengan langkah dalam perumusan kebijakan, sinergi fiskal dan moneter perlu terus diperkuat agar kebijakan ekonomi nasional yang dihasilkan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat dan negara dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.

Pilarmas merekomendasikan BTPS hingga DMAS dijagokan bakal cuan. Berikut rinciannya:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia