Jumat, 15 Mei 2026

Marketing Sales Naik, Target Harga Saham Bumi Serpong (BSDE) Ikut Naik?

Penulis : Parluhutan Situmorang
21 Jul 2023 | 08:39 WIB
BAGIKAN
Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation melalui perusahaan konsorsium PT BSD Diamond Development meluncurkan area komersial premium terbaru Daikanyama di BSD City.
Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation melalui perusahaan konsorsium PT BSD Diamond Development meluncurkan area komersial premium terbaru Daikanyama di BSD City.

 JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dipertahankan beli dengan target harga Rp 1.300, seiring lompatan penjualan marketing (marketing sales) sampai akhir semester I-2023. Dengan harga penutupan Rp 1.180, potensi penguatan saham BSDE terbuka sekitar 10,16%.

Indo Premier Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,95 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 2,43 triliun. Begitu juga dengan pendapatan perseroan diestimasi melesat menjadi Rp 11,20 triliun, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 10,23 triliun.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham BSDE dengan taget harga Rp 1.300. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan penjualan marketing sebesar 3% menjadi Rp 4,8 triliun pada semester I-2023,” tulis riset Indo Premier Sekuritas di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, BSDE mengumumkan prapenjualan atau marketing sales Rp 4,79 triliun per semester I-2023. Angkanya setara 54% dari target prapenjualan tahun ini Rp 8,80 triliun.

“Angka tersebut mengalami kenaikan 3% yoy (periode yang sama tahun lalu) sebesar Rp 4,67 triliun,” papar Direktur BSD Hermawan Wijaya dalam keterangan resmi, Kamis (20/7/2023).

Dia menambahkan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen residensial yang berkontribusi sebesar 63%, sedangkan segmen komersial yang meliputi ruko, lot, dan apartemen berkontribusi 37% dari total prapenjualan enam bulan pertama 2023.

Hermawan Wijaya menuturkan, segmen residensial sebagai segmen bisnis utama, secara konsisten tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

“Segmen ini pada akhir Juni 2023 tercatat mendulang prapenjualan sebesar Rp 3,02 triliun atau 63% dari total prapenjualan,” imbuhnya.

Melihat lebih dekat pada segmen residensial, katalis pertumbuhan prapenjualan berasal dari klaster Layton di Nava Park, klaster Welton di Hiera, Enchante dan klaster Aerra di Eonna yang terletak di BSD City.

Menurut Hermawan, BSD City sebagai flagship kebanggaan perusahaan, merupakan proyek kota mandiri dengan kontribusi terbesar terhadap total prapenjualan BSDE pada semester I-2023, yakni mencapai 74%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia