Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS

Penulis : Indah Handayani
22 Jul 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)
Emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka kembali merosot pada akhir perdagangan Jumat (21/7/2023). Memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut. Tertekan dolar AS menguat jelang pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Meeting Committee/FOMC) Juli pada pekan depan.

Dikutip dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange tergelincir US$ 4,30 (0,22%) menjadi ditutup pada US$ 1.966,60 per ons, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.975,9 dan terendah di US$ 1.958,8.

Emas berjangka terpangkas US$ 9,90 (0,50%) menjadi US$ 1.970,9 pada Kamis (20/7/2023). Setelah berakhir tidak berubah di US$ 1.980,8 pada Rabu (19/7/2023). Melonjak US$ 24,4 (1,25%) menjadi US$ 1.980,8 pada Selasa (18/7/2023). Namun demikian, emas naik tipis 0,1 % untuk minggu ini, dan telah naik sekitar 1,6 % sepanjang bulan ini.

ADVERTISEMENT

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,30% menjadi 101,06. Indeks berada di jalur untuk kenaikan mingguan 1,14%, kenaikan terbesar dalam dua bulan.

Investor sedang menunggu hasil pertemuan FOMC pada pekan depan, berharap untuk melihat bagaimana pelonggaran data inflasi terbaru berdampak pada rencana suku bunga Federal Reserve. Secara umum, pasar memperkirakan satu kenaikan suku bunga lagi sebelum Federal Reserve mengakhiri siklus kenaikan suku bunga.

Investor akan fokus pada komentar dari Ketua Fed Jerome Powell setelah keputusan suku bunga bank sentral AS pada Rabu (26/7/2023) untuk petunjuk apakah kemungkinan akan melanjutkan kenaikan suku bunga.

Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York mengatakan, Powell kemungkinan besar akan mempertahankan opsionalitas. “Tidak ada alasan bagi mereka untuk berkomitmen hingga September ketika memiliki dua laporan inflasi yang akan terjadi setelah pertemuan minggu depan,” ungkapnya.

Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan 33 basis poin pengetatan tambahan tahun ini dengan suku bunga diperkirakan akan mencapai puncaknya di 5,41 % pada November.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September melemah 10,70 sen (0,43 %) menjadi menetap pada US$ 24,855 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober terdongkrak US$ 8,10 (0,84%) menjadi ditutup pada US$ 972,20 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 39 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia