Jumat, 15 Mei 2026

Semester I, Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Naik 30%

Penulis : Muawwan Daelami
26 Jul 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Aksi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang belakangan ekspansif telah membuahkan hasil positif. Kinerja perseroan kompak bertumbuh sepanjang semester I-2023. Bahkan, Laba Bersih naik sebesar 30,1% menjadi US$ 92,7 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 71,3 juta.

Dari sisi pendapatan, PGEO sukses meraup pertumbuhan sebesar 11,9% menjadi US$ 206,7 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$ 184,7 juta. Selain itu, Ebitda perseroan juga naik 13,3% secara yoy menjadi US$ 175,5 juta hingga periode yang berakhir pada Juni 2023.

Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Nelwin Aldriansyah menyampaikan, PGEO mampu mempertahankan kinerja keuangan tetap tumbuh berkat strategi perusahaan dalam memperkuat sisi operasional dan menjalankan program efisiensi.

ADVERTISEMENT

“Posisi keuangan yang solid ini mendorong kami untuk tumbuh secara berkelanjutan guna menyediakan energi hijau yang andal dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nelwin dalam keterangan resminya, Selasa (25/7/2023).

Nelwin melanjutkan, produksi perseroan juga tumbuh positif sebesar 7,7% secara year on year (yoy) menjadi 2.397,2 GWh. Pun demikian, dengan total utang perseroan yang menyusut dari US$ 935 juta menjadi US$ 731 juta.

Alhasil, utang bersih menurun drastis menyisakan US$ 66,95 juta. Dengan begitu, debt to equity ratio (DER) berkurang menjadi 39% dari akhir tahun 2022 sebesar 75%. Capaian gemilang ini, menurut Nelwin, memperlihatkan bahwa PGEO mampu mengelola keuangan dengan baik,

“Sebagai world class green energy company, PGE akan terus memperkuat posisinya di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya geothermal serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan energi hijau dan masyarakat Indonesia,” tutup Nelwin. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia