Valuasi Pasar Obligasi Indonesia Lanjutkan Fase Recovery
JAKARTA, investor.id - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menyebut, valuasi pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan fase recovery pada semester II-2023. Fase ini didorong oleh terjaganya kondisi makro domestik, dan adanya ekspektasi puncak siklus kenaikan suku bunga global dan dalam negeri.
“Namun demikian, volatilitas diperkirakan masih membayangi pasar yang didorong oleh potensi persistensi inflasi negara-negara maju, arah kebijakan The Fed, dan wait and see geopolitik dan Pemilu 2024,” jelas Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), Roby Rushandie dalam konferensi pers, Kamis (27/7/23).
Fase recovery ini melanjutkan kinerja positif pada semester pertama 2023, dimana pasar obligasi Indonesia menunjukkan performa yang positif. Hal itu tercermin dari data Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar 6,48% year to date (ytd) ke level 367,1162. Kenaikan ICBI didorong oleh indeks return obligasi pemerintah (INDOBeXG-TR) yang naik 6,61% (ytd) dan indeks return obligasi korporasi (INDOBeXC-TR) naik 4,64% (ytd).
“Kurva yield PHEI-IGSYC juga menunjukkan pola bullish dengan penurunan rata-rata yield terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun) yakni 59,95 bps (ytd),” ujar Roby.
Menyusul di belakangnya adalah kelompok tenor panjang yakni lebih 7 tahun yang turun 57,25 bps (ytd), dan tenor pendek atau kurang 5 tahun turun 21,17 bps (ytd). Pergerakan positif pasar obligasi pada semester I-2023 ditopang oleh tren penurunan level inflasi di global terutama di AS, sehingga turut mendorong ekspektasi jika The Fed maupun Bank Sentral utama lainnya di global mulai akan memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.
Menurut Roby, ekspektasi pelonggaran moneter di global juga dipicu oleh melambatnya ekonomi yang saat ini terjadi di global. “Terjaganya fundamental ekonomi dalam negeri turut menjadi penopang penguatan pasar, seperti terkendalinya nilai tukar Rupiah,” kata Roby.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






