Jumat, 15 Mei 2026

Valuasi Pasar Obligasi Indonesia Lanjutkan Fase Recovery

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
28 Jul 2023 | 05:40 WIB
BAGIKAN
ilustrasi (B Universe Photo/David Gita Roza)
ilustrasi (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menyebut, valuasi pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan fase recovery pada semester II-2023. Fase ini didorong oleh terjaganya kondisi makro domestik, dan adanya ekspektasi puncak siklus kenaikan suku bunga global dan dalam negeri.

“Namun demikian, volatilitas diperkirakan masih membayangi pasar yang didorong oleh potensi persistensi inflasi negara-negara maju, arah kebijakan The Fed, dan wait and see geopolitik dan Pemilu 2024,” jelas Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), Roby Rushandie dalam konferensi pers, Kamis (27/7/23). 

Fase recovery ini melanjutkan kinerja positif pada semester pertama 2023, dimana  pasar obligasi Indonesia menunjukkan performa yang positif. Hal itu tercermin dari data Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar 6,48% year to date (ytd) ke level 367,1162. Kenaikan ICBI didorong oleh indeks return obligasi pemerintah (INDOBeXG-TR) yang naik 6,61% (ytd) dan indeks return obligasi korporasi (INDOBeXC-TR) naik 4,64% (ytd).

ADVERTISEMENT

“Kurva yield PHEI-IGSYC juga menunjukkan pola bullish dengan penurunan rata-rata yield terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun) yakni 59,95 bps (ytd),” ujar Roby.

Menyusul di belakangnya adalah kelompok tenor panjang yakni lebih 7 tahun yang turun 57,25 bps (ytd), dan tenor pendek atau kurang 5 tahun turun 21,17 bps (ytd). Pergerakan positif pasar obligasi pada semester I-2023 ditopang oleh tren penurunan level inflasi di global terutama di AS, sehingga turut mendorong ekspektasi jika The Fed maupun Bank Sentral utama lainnya di global mulai akan memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.

Menurut Roby, ekspektasi pelonggaran moneter di global juga dipicu oleh melambatnya ekonomi yang saat ini terjadi di global. “Terjaganya fundamental ekonomi dalam negeri turut menjadi penopang penguatan pasar, seperti terkendalinya nilai tukar Rupiah,” kata Roby.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia