Pasar Kripto Masih Lesu, Ini Prediksi Harga Bitcoin di Akhir Juli
JAKARTA, investor.id - Pasar aset kripto menguat pasca The Fed memutuskan kembali menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps. Kenaikan ini sesuai prediksi banyak analis. Meski naik, pasar kripto terbilang masih lesu dan belum optimal bergerak zona hijau. Lalu, bagaimana prediksi harga Bitcoin di akhir Juli ini?
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur menjelaskan, salah satu penyebab masih lesunya pasar kripto adalah sentimen negatif dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell yang membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa mendatang. Belum jelasnya kebijakan The Fed ke depan dipastikan akan menimbulkan lebih banyak ketidakpastian global.
“Sehingga investor dan trader kripto harus menunggu dan mempertimbangkan rilis data ekonomi AS terbaru,” ungkap Fyqieh dalam keterangannya, Jumat (28/7/2023).
Menurut Fyqieh, inflasi di AS tetap jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Sebagai catatan, The Fed baru akan menggelar pertemuan pada 19-20 September mendatang. Sebelum pertemuan tersebut, The Fed akan memiliki data pendukung yang lebih banyak yakni dua kali inflasi dan data pengangguran (Juli dan Agustus). Hal ini akan mempengaruhi gairah investor kripto ke depan.
Fyqieh menambahkan, prediksi pergerakan harga Bitcoin pada Juli adalah akan berakhir dengan minus, jika tidak dapat mempertahankan harga di atas US$ 30.400 hingga pada 31 Juli 2023. Meskipun selama tiga tahun berturut-turut (2020, 2021, dan 2022) Bitcoin mengalami tren bullish pada bulan Juli, namun pada tahun ini terlihat kemungkinan Bitcoin akan ditutup dengan koreksi merah.
Berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar saat ini, lanjut Fyqieh, Bitcoin kemungkinan akan mencapai level support sekitar US$ 28.000, dan bulan Juli berpotensi mengalami penurunan lebih dari 7% secara bulanan. “Meskipun demikian, tidak perlu khawatir terkait dengan koreksi tersebut, karena bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mulai melakukan akumulasi aset,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Fyqieh menambahkan, pergerakan Bitcoin secara kuartal atau setiap tiga bulan di awal semester II-2023 mengalami koreksi sebesar 4,06%. Bulan Juli merupakan bulan pertama di kuartal ketiga dan banyak harapan yang terletak pada bulan ini karena pergerakannya dapat menjadi penentu bagi pergerakan Bitcoin selama tiga bulan ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






