Jumat, 15 Mei 2026

Vale Jual 13% Saham Rp 51 Triliun, termasuk Pengendali Aset di Indonesia

Penulis : Harso Kurniawan
28 Jul 2023 | 14:33 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - Vale S.A, perusahan tambang yang berbasis di Brasil, menandatangani kesepakatan penjualan 13% saham Vale Base Metals Limited (VBM) senilai US$ 3,4 miliar atau setara dengan Rp 51 triliun. VBM adalah pengendali PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melalui Vale Canada Limted (VCL).

Dari jumlah itu, sebesar 10% saham VBM akan dibeli oleh Manara Minerals, perusahaan patungan antara lembaga investasi Arab Saudi Public Investment Fund (PIF), dan perusahaan tambang Arab Saudi Maaden.Kemudian, Vale akan menjual 3% saham VBM kepada perusahaan investasi bernama Engine No. 1.

"Kami melihat investasi strategis ini sebagai tonggak utama dalam perjalanan mempercepat pertumbuhan dalam bisnis logam transisi energi. Hal ini menciptakan nilai jangka panjang yang signifikan bagi semua stakeholder perusahaan kami,” kata Eduardo Bartolomeo, CEO Vale dalam siaran pers, Jumat (28/7/2023).

ADVERTISEMENT

Kesepakatan ini sekaligus menyiratkan valuasi VBM sebesar US$ 26 miliar atau setara dengan Rp 390 triliun, yang mengklaim menjadi salah satu perusahaan tambang yang memiliki sumber daya dan cadangan mineral terbesar di dunia dengan lokasi di sejumlah wilayah, seperti Brasil, Kanada, dan Indonesia.

Berkantor pusat di Toronto, Kanada, VBM adalah salah satu produsen logam grup nikel, tembaga, kobalt, dan platinum. VBM memiliki anak usaha di Indonesia, yakni Vale Indonesia, melalui  VCL.

Vale Indonesia atau INCO fokus pada produksi nikel dengan kapasitas produksi 75 ribu metrik ton per tahun. Mayoritas bahkan hampir semua hasil produksi dari Vale Indonesia diekspor ke luar negeri dengan pembeli adalah induk usaha maupun investor lainnya, yakni Sumitomo Metal Minning Co Ltd.

Meski demikian, izin kontrak karya Vale Indonesia akan habis pada Desember 2025. Izin tersebut merupakan izin yang penting agar Vale Indonesia bisa meneruskan usaha pertambangan di Indonesia. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia