Pendapatan Dividen Saratoga (SRTG) Naik 9%
JAKARTA, investor.id - Semester I-2023, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan pendapatan dividen Rp 1,5 triliun atau naik 9% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sebagai perusahaan investasi, perusahaan mencatatkan net asset value (NAV) sebesar Rp 47,5 triliun sepanjang Januari-Juni 2023.
Dalam keterangan resminya, manajemen menyebut Saratoga tetap berhasil mencatatkan kinerja operasional yang positif di tengah situasi pasar modal yang dinamis dan penuh tantangan. Pencapaian ini sekaligus merefleksikan strategi investasi Saratoga yang solid.
Direktur Investasi Saratoga (SRTG) Devin Wirawan mengatakan, peningkatan penerimaan dividen dari perusahaan portofolio memperkuat kinerja perusahaan dari sisi arus kas yang terus tumbuh positif.
“Perusahaan secara disiplin mengimplementasikan strategi investasi yang mendorong peningkatan nilai portofolio kami secara keseluruhan. Secara konsisten kami juga terus mengoptimalkan setiap peluang investasi baru sebagai langkah strategis menjaga pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang,” kata Devin melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (29/7/2023).
Menurut dia, sebagai negara dengan populasi yang terus bertumbuh, didukung potensi sumber daya alam yang tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang positif, Indonesia tetap menawarkan peluang investasi yang sangat menarik. karena itu, Saratoga akan terus memperkuat investasinya di sektor-sektor penggerak ekonomi yang bernilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Perusahaan berkomitmen, terus memperkuat portofolio investasi yang sudah ada khususnya pada infrastruktur digital dan energi terbarukan. Serta melanjutkan diversifikasi investasi pada sektor lainnya, seperti pelayanan kesehatan dan produk konsumen, melalui kerja sama dengan mitra strategis. Kami percaya langkah-langkah ini akan memberikan hasil yang positif dan berkelanjutan,” jelas Devin.
Direktur Keuangan Saratoga (SRTG) Lany D Wong mengungkapkan, sepanjang semester I-2023, Saratoga mampu mempertahankan rasio biaya dan utang yang sehat dengan biaya operasional sebesar 0,5% dari NAV dan loan to value sebesar 1,1%. “Selain dari arus kas yang kuat, kondisi ini juga dapat tercapai karena Saratoga senantiasa menjalankan strategi dengan prinsip kehati-hatian dalam operasional dan pengelolaan modal,” kata Lany.
Di tengah tingkat suku bunga yang masih tinggi, Saratoga berhasil menurunkan beban bunga di semester I-2023 sebesar 53% dibanding dengan semester I-2022 melalui inisiatif pengurangan utang. Posisi utang bersih perusahaan pada periode ini adalah Rp 507 miliar dibandingkan Rp 688 miliar pada akhir 2022.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



