Jumat, 15 Mei 2026

Adira Finance (ADMF) Cetak Laba Bersih Rp 818,4 M

Penulis : Prisma Ardianto
31 Jul 2023 | 10:15 WIB
BAGIKAN
Adira Finance (ADMF). Foto: BeritaSatu Photo/David Gita Rosa
Adira Finance (ADMF). Foto: BeritaSatu Photo/David Gita Rosa

JAKARTA, investor.id - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencetak laba bersih sebesar Rp 818,45 miliar pada semester I-2023. Tumbuh 23,79% year on year (yoy) dari Rp 661,17 miliar.

Perolehan itu sesuai publikasi laporan keuangan Adira Finance di Investor Daily, Senin (31/7/2023). Mengacu dalam laporan tersebut, perolehan laba bersih didukung peningkatan skala bisnis pembiayaan yang pada gilirannya mengerek pendapatan perseroan.

Total pendapatan ADMF naik 9,55% (yoy) menjadi Rp 4,52 triliun pada semester I-2023. Hasil ini tidak terlepas dari total piutang pembiayaan neto yang mencapai Rp 25,67 triliun atau meningkat 25,65% (yoy).

ADVERTISEMENT

Jika rinci, piutang pembiayaan konsumen tumbuh 20,30% (yoy) menjadi Rp 19,94 triliun. Lini bisnis itu juga yang menopang total pendapatan, di mana pendapatan pembiayaan konsumen tercatat mencapai Rp 2,95 triliun atau naik 8,76% (yoy). Selain pembiayaan konsumen, bisnis pembiayaan syariah dan sewa pembiayaan juga tumbuh positif hingga paruh pertama tahun ini.

Sementara itu, total beban Adira Finance naik 5,97% (yoy) pada semester I-2023 menjadi Rp 3,47 triliun. Dikerek dari beban bunga dan keuangan yang tumbuh 20,77% (yoy) menjadi Rp 445,75 miliar. Serta beban penyisihan kerugian penurunan nilai dari pembiayaan konsumen dan pembiayaan murabahah sebesar 19,37% (yoy) menjadi Rp 799,35 miliar.

Dengan kinerja bisnis itu, total aset Adira Finance tumbuh 20,82% (yoy) menjadi Rp 28,77 triliun. Sedangkan laba bersih yang dibukukan perusahaan turut mendukung ekuitas menjadi sebesar Rp 11,97% (yoy) menjadi Rp 10,05 triliun.

Adapun liabilitas naik terdongkrak 26,19% (yoy) seiring ekspansi pembiayaan, menjadi sebesar Rp 18,72 triliun. Jika ditilik, perusahaan mengubah komposisi pendanaannya. Pinjaman yang diterima naik 177,00% menjadi Rp 10,45 triliun. Sementara utang obligasi menurun 36,88% (yoy) menjadi Rp 4,22 triliun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 20 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia