Jumat, 15 Mei 2026

Begini Kinerja Teladan Prima Agro (TLDN) di Semester I

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Jul 2023 | 11:34 WIB
BAGIKAN
Kebun PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), terletak di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Ist
Kebun PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), terletak di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Ist

JAKARTA, investor.id - Emiten sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan pendapatan pada semester I-2023 sebesar Rp 1,92 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,77 triliun. Pencapaian ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK).

Adapun untuk realisasi kinerja keuangan lainnya yaitu earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) pada periode Januari-Juni 2023 sebesar Rp 271,95 miliar. Sementara itu, realisasi laba bersih di periode yang sama mencapai Rp 63,40 miliar.

Secara rinci, pendapatan TLDN sepanjang Januari-Juni 2023 berasal dari penjualan CPO senilai Rp 1,79 triliun dan PK sebesar Rp 127,72 miliar. Realisasi pendapatan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan CPO yang tumbuh 41,5% year on year (yoy) menjadi 159.657 ton dan volume penjualan PK tumbuh 45,3% menjadi 27.829 ton. 

ADVERTISEMENT

Tingginya pertumbuhan volume penjualan CPO dan PK tersebut, mampu mengompensasi penurunan harga jual rata-rata CPO yang turun 19,8% dan PK turun 54,9% secara tahunan pada semester I-2023. Oleh karenanya, TLDN mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif di tengah tren penurunan harga jual rata-rata.

“Kenaikan volume penjualan tentunya karena adanya peningkatan produksi CPO sebesar 11,6% yoy dan PK sebesar 9,4% yoy pada semester I-2023 lalu. Kenaikan produksi CPO disebabkan oleh meningkatnya produksi tandan buah segar (TBS) kebun inti dan plasma serta tingkat ekstraksi minyak sawit yang tumbuh 1,5% yoy atau enjadi 22,77%,” ujar Direktur Utama TLDN Wishnu Wardhana dalam keterangannya, Senin (31/7/2023).

TLDN melaporkan total aset perseroan hingga akhir Juni 2023 sebesar Rp 5,18 triliun, tumbuh 1,2% yoy dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,12 triliun. Sementara itu, total ekuitas meningkat sebesar 0,2% yoy menjadi Rp 2,07 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa neraca keuangan TLDN berada dalam posisi yang sehat.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 17 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 59 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia