Jumat, 15 Mei 2026

Mirae Naikkan Target Harga SRTG, Cuannya Bisa Naik 15%

Penulis : Indah Handayani
2 Aug 2023 | 10:45 WIB
BAGIKAN
Saratoga (SRTG)
Saratoga (SRTG)

JAKARTA, investor.id - Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) akan mengalami pemulihan net asset value (NAV) dari investasi komoditasnya. Mirae pun mempertahankan rekomendasi trading buy untuk SRTG dengan menaikkan target harganya. Dengan demikian potensi cuannya bisa naik hingga 15%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rut Yesika Simak mengatakan, dikarenakan penurunan harga saham ADRO, MDKA, dan TBIG akhir-akhir ini menyusul penurunan harga komoditas pada 2Q23, NAV SRTG turun 17% secara quarter on quarter (qoq) menjadi hanya Rp 47,5 triliun. “Namun, secara kumulatif pada semester I-2023, meskipun NAV mengalami penurunan 21% year on year (yoy), kami melihat adanya peningkatan pendapatan dividen sebesar 9% yoy menjadi Rp 1,5 triliun,” ungkap Rut dalam risetnya, Rabu (2/8/2023).

Hal itu, lanjut Rut, menyebabkan pendapatan dividen dan bunga meningkat sebesar 16,5% yoy pada semester I-2023, mencerminkan 77% dari proyeksi sebelumnya untuk angka 2023. Oleh karena itu, SRTG berhasil meningkatkan distribusi dividen secara signifikan sebesar 28% YoY menjadi Rp 1 triliun, atau setara dengan Rp 75 per saham, mencerminkan yield sebesar 4,4%.

ADVERTISEMENT

Rut melihat bahwa Opex to NAV dan Net Debt to NAV SRTG sebesar 0,5% dan 1,1% pada semester I-203 relatif stabil dibandingkan dengan 0,4% dan 1,1% masing-masing pada FY22, mengikuti penurunan Net Debt sebesar 26% year to date (ytd) menjadi hanya Rp 507 miliar. “Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa SRTG berhasil berhasil mengurangi biaya bunga secara signifikan sebesar 53% YoY pada Semester I-2023,” papar Rut.

Untuk itu, lanjut Rut, Mirae mempertahankan rekomendasi trading buy untuk SRTG dengan target harga sebesar Rp 1.800, mengimplikasikan diskon sebesar 59% terhadap NAV 2023-nya. Setara dengan -1SD dari diskon rata-rata terhadap NAV dalam 5 tahun terakhir. Jika dilihat dari harga penutupan saham SRTG pada Selasa (1/8/2023) sebesar Rp 1.565, potensi cuan saham ini bisa naik hingga 15%.  

Menurut Rut, target harga tersebut sedikit lebih tinggi dari sebelumnya sebesar Rp 1.710, mengingat pihaknya mengharapkan pemulihan kinerja pada perusahaan investee yang terkait dengan komoditas karena diantisipasi akan datangnya musim kemarau (El Nino), yang diharapkan akan menguntungkan beberapa perusahaan tambang sumber daya mineral dan meningkatkan volume produksi masing-masing.

“Saat ini, SRTG diperdagangkan dengan diskon sebesar 63% terhadap NAV forward 2023F-nya,” tegas Rut.

Menurut Rut, risiko investasi pada SRTG adalah distribusi dividen dan pengalokasian modal investasi yang lebih rendah dari yang diharapkan. Selain itu, eksekusi ekspansi bisnis pada perusahaan investee yang tidak terkait dengan batubara yang lebih lambat dari yang diharapkan, dan harga komoditas yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia