Antam Disebut Akan Tukar Guling Saham dengan CATL
JAKARTA, Investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) disebut akan melakukan tukar guling saham dengan perusahaan baterai EV terbesar dunia, CATL. Detailnya, Antam akan menukar sebagian sahamnya di anak usaha pertambangan nikel dengan saham perusahaan patungan (JV) pengolahan nikel yang dibentuk bersama CATL.
“Antam akan mengungkapkan detail rencana pembentukan JV dengan CATL kuartal IV-2023. Adapun JV itu kemungkinan dibentuk tahun 2024,” tulis Macquarie dalam riset tentang Antam, dikutip Rabu (2/8/2023).
Sebelumnya, Antam telah mendirikan anak usaha bernama PT Sumber Daya Arindo (SDA), yang memiliki tambang nikel. Perusahaan inilah yang akan dikerjasamakan dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL), anak usaha CATL, dalam proyek pengembangan ekosistem baterai EV.
Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menuturkan, perseroan madih dalam proses penyelesaian condition precedence dari perjanjian CSPA. Proses ini akan diselesaikan kuartal IV-2023, mencakup aspek valuasi final nilai transaksi kerja sama.
“Antam akan menyampaikan keterbukaan informasi selanjutnya sesuai dengan pemenuhan kaidah pasar modal setelah CSPA diselesaikan,” kata dia kepada Investor Daily.
Merujuk laporan riset Daiwa, CATL menugaskan anak usahanya CBL untuk menggarap proyek nikel di Indonesia bersama Antam. Lygend, produsen bahan baku baterai EV Tiongkok, tercatat memegang 30% saham CBL.
Dalam laporan itu, ada tiga proyek yang dikerjakan Antam bersama CBL. Pertama, pengembangan tambang nikel, smelter feronikel, dan proyek high pressure leach acid (HPAL) untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), dengan investasi masing-masing US$ 226 juta, US$ 1,8 miliar, dan US$ 1,3 miliar.
Laporan itu menyebutkan, di proyek pengembangan nikel, Antam menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 49%, lalu di feronikel dan HPAL, CBL masing-masing memegang 60% dan 70% saham. Antam dan CBL akan mengucurkan investasi sesuai dengan kepemilikan saham.
Selain proyek nikel, CBL akan membuat fasilitas daur ulang baterai, katoda, dan sel baterai bersama Indonesia Battery Corporation (IBC), dengan investasi US$ 114 juta, US$ 647 juta, dan US$ 1,6 miliar. CBL akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi saham masing-masing 60%, 70%, dan 70%. Total investasi CBL di proyek bersama Antam dan IBC mencapai US$ 5,9 miliar.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






