Jumat, 15 Mei 2026

Antam Disebut Akan Tukar Guling Saham dengan CATL

Penulis : Muawwan Daelami
2 Aug 2023 | 15:49 WIB
BAGIKAN
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). (Perseroan)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). (Perseroan)

JAKARTA, Investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) disebut akan melakukan tukar guling saham dengan perusahaan baterai EV terbesar dunia, CATL. Detailnya, Antam akan menukar sebagian sahamnya di anak usaha pertambangan nikel dengan saham perusahaan patungan (JV) pengolahan nikel yang dibentuk bersama CATL.

“Antam akan mengungkapkan detail rencana pembentukan JV dengan CATL kuartal IV-2023. Adapun JV itu kemungkinan dibentuk tahun 2024,” tulis Macquarie dalam riset tentang Antam, dikutip Rabu (2/8/2023).

Sebelumnya, Antam telah mendirikan anak usaha bernama PT Sumber Daya Arindo (SDA), yang memiliki tambang nikel. Perusahaan inilah yang akan dikerjasamakan dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL), anak usaha CATL, dalam proyek pengembangan ekosistem baterai EV.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menuturkan, perseroan madih dalam proses penyelesaian condition precedence dari perjanjian CSPA. Proses ini akan diselesaikan kuartal IV-2023, mencakup aspek valuasi final nilai transaksi kerja sama.

“Antam akan menyampaikan keterbukaan informasi selanjutnya sesuai dengan pemenuhan kaidah pasar modal setelah CSPA diselesaikan,” kata dia kepada Investor Daily.

Merujuk laporan riset Daiwa, CATL menugaskan anak usahanya CBL untuk menggarap proyek nikel di Indonesia bersama Antam. Lygend, produsen bahan baku baterai EV Tiongkok, tercatat memegang 30% saham CBL.

Dalam laporan itu, ada tiga proyek yang dikerjakan Antam bersama CBL. Pertama, pengembangan tambang nikel, smelter feronikel, dan proyek high pressure leach acid (HPAL) untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), dengan investasi masing-masing US$ 226 juta, US$ 1,8 miliar, dan US$ 1,3 miliar.

Laporan itu menyebutkan, di proyek pengembangan nikel, Antam menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 49%, lalu di feronikel dan HPAL, CBL masing-masing memegang 60% dan 70% saham. Antam dan CBL akan mengucurkan investasi sesuai dengan kepemilikan saham.

Selain proyek nikel, CBL akan membuat fasilitas daur ulang baterai, katoda, dan sel baterai bersama Indonesia Battery Corporation (IBC), dengan investasi US$ 114 juta, US$ 647 juta, dan US$ 1,6 miliar. CBL akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi saham masing-masing 60%, 70%, dan 70%. Total investasi CBL di proyek bersama Antam dan IBC mencapai US$ 5,9 miliar.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 37 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 41 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia