Harga CPO Rebound, Dipicu Aksi Ini
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Rabu (2/8/2023). Mengakhiri penurunan harga CPO selama enam hari beruntun. Dipicu aksi bargain hunting pelaku pasar.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (2/8/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Agustus 2023 naik 42 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.816 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 terkerek 42 Ringgit Malaysia menjadi 3.876 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 meningkat 43 Ringgit Malaysia menjadi 3.915 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 bertambah 45 Ringgit Malaysia menjadi 3.930 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Desember menguat 45 Ringgit Malaysia menjadi 3.947 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Januari 2024 naik 43 Ringgit Malaysia menjadi 3.965 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, harga CPO menghentikan penurunan beruntun enam hari untuk mengakhiri sedikit lebih tinggi hari ini karena bargain hunting atau perburuan barang murah muncul setelah aksi jual baru-baru ini.
Trader minyak sawit David Ng mengatakan, pasar juga mengikuti kenaikan minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBoT). Ditambah lagi, prospek ekspor CPO yang lebih kuat yang akan mendukung sentimen pasar jangka pendek.
"Kami menemukan support di 3.750 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.200 Ringgit Malaysia per ton," katanya.
Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan Intertek Testing Services memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia pada Juli mencapai 1,24 juta ton atau naik 14,05%, AmSpec memproyeksikan 1,18 juta ton (t7,79 persen).
Sementara Societe Generale de Surveillance memperkirakan ekspor Juli sebesar 1,17 juta ton (naik 9,6%) dari perkiraan masing-masing untuk bulan Juni.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






