Investor Keluar dari Aset Berisiko Setelah Fitch Turunkan Peringkat Utang AS
JAKARTA, investor.id – Penurunan peringkat utang Amerika Serikat (AS) oleh Fitch Ratings mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko seperti aset emerging markets, termasuk rupiah.
“(Penurunan yang diberikan) satu notch, AAA jadi AA+,” ujar Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, dikutip Antara pada Kamis (3/8).
Menurutnya, dampak penurunan ini bisa saja terjadi hanya sementara. Pelaku pasar disebut bakal kembali lagi masuk ke aset berisiko, seperti yang terjadi ketika S&P menurunkan peringkat utang AS pada 2011.
“Selama tingkat imbal hasil di emerging markets termasuk Indonesia masih memberikan tingkat imbal hasil dan peluang yang menarik, pelaku pasar akan masuk kembali,” ungkap Ariston.
Senada dengan itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan penurunan peringkat utang AS oleh Fitch Ratings mengejutkan investor, meskipun ada resolusi krisis plafon utang dua bulan lalu.
“Ini mengutip kemungkinan penurunan fiskal selama tiga tahun ke depan dan mengulangi negosiasi plafon utang yang mengancam kemampuan pemerintah untuk membayar tagihannya,” ucap Ibrahim.
Pada pembukaan perdagangan tadi, Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi kenaikan indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.
“(Kenaikan itu) disebabkan oleh wait and see data manufaktur AS dan data tenaga kerja non pertanian (NFP) AS yang akan rilis Jumat (4/8) ini,” katanya.
Selain itu, pergerakan rupiah diprediksi masih akan tertekan karena ekonomi AS semakin menguat dan data manufaktur Tiongkok yang memburuk. Data Purchasing Managers Index (PMI) Tiongkok (versi Caixin) menunjukkan kontraksi 49,2 pada Juli 2023 dari 50,5 pada Juni 2023.
Pada penutupan perdagangan hari, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,39% atau 60 poin menjadi Rp 15.175 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.115 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp 15.171 dari sebelumnya Rp 15.117.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






