Usia Masih 30-an, tapi Sosok ini Mantap Bawa Perusahaan yang Dipimpinnya IPO
JAKARTA, investor.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1.008.734.800 saham atau 15,64%. Harganya dipasang di Rp 100/saham sehingga nilai seluruh penawaran umumnya Rp 100,87 miliar.
Masa penawaran umum berlangsung dari 2-4 Agustus 2023 dan pencatatan sahamnya dijadwalkan di tanggal 8 Agustus. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Mirae Asset Sekuritas. Sedangkan, Sucor Sekuritas dan Trimegah Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.
ITSEC Asia juga menerbitkan sebanyak 504.367.400 waran seri I secara gratis bagi pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Di mana, setiap warannya memberikan hak kepada pemegangnya untuk menebus 1 saham baru di harga pelaksanaan Rp 400. Total dana dari pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 201,74 miliar.
Duduk di posisi presiden direktur ITSEC Asia adalah Andri Hutama Putra. Usianya masih 34 tahun dan merupakan warga negara Indonesia.
Berdasarkan prospektus perusahaan, Andri Hutama Putra memperoleh gelar pasca sarjana dari Curtin University pada tahun 2012. Dia menjabat presiden direktur perseroan sejak 7 Maret 2023 dan memiliki masa jabatan sampai dengan 5 tahun sesuai dengan anggaran dasar. Andri Hutama Putra juga menggenggam sebanyak 0,70% saham CYBR.
Berikut susunan pemegang saham ITSEC Asia (CYBR) sebelum IPO:
Patrick Rudolf
Adapun pengendali ITSEC Asia adalah Patrick Rudolf Dannacher. Dia juga merupakan komisaris utama dari perseroan. Patrick adalah warga negara Swiss berusia 45 tahun.
Jabatan lain yang pernah atau sedang dipegang Patrick Rudolf, antara lain:
ITSEC Asia (CYBR) didirikan pada tahun 2010 di Indonesia dengan kantor regional di Singapura dan Australia yang menawarkan layanan keamanan siber untuk pelanggan di 13 negara di seluruh Asia Pasifik. ITSEC adalah salah satu perusahaan keamanan siber terkemuka, dengan lebih dari 200 karyawan di tiga negara.
Perseroan menyediakan solusi keamanan informasi di seluruh sektor keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, manufaktur, dan industri penting lainnya. Perseroan juga memiliki pengalaman luas membantu pelanggannya dengan pencegahan penipuan, teknologi operasional (TO), dan keamanan industrial IoT (IioT).
ITSEC melayani lebih dari 60 klien blue-chip yang mencakup perbankan, asuransi, jasa keuangan, telekomunikasi dan IT, pemerintah, energi, e-commerce, layanan kesehatan, dan lain sebagainya. Sebagian besar pelanggan ini tersebar di kawasan Asia Pasifik.
Dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 87% akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung perluasan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura dan Australia, dan untuk membangun tim baru serta menyewa kantor di wilayah-wilayah di mana manajemen perseroan melihat adanya peluang pasar.
Sekitar 13% akan digunakan sebagai belanja modal untuk mendukung perluasan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura dan Australia, serta untuk melakukan ekspansi di wilayah-wilayah di mana manajemen perseroan melihat adanya peluang pasar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





