Bos Usia 30-an Ini Bawa Perusahaan yang Dipimpinnya Masuk Bursa, Langsung ARA
JAKARTA, investor.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) resmi mencatatkan (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 8 Agustus 2023.
Perseroan telah menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan menerbitkan 1.008.734.800 saham baru dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 100,83 miliar. Harga IPO dipatok Rp 100/saham.
Saham ITSEC Asia telah dipesan oleh 25.246 pemesan dan mengalami oversubscribe (kelebihan pemesanan) hingga 98,08 kali dari pooling atau penjatahan terpusat.
Pada perdagangan sesi I perdana di pasar sekunder, saham ITSEC dengan kode CYBR dibuka melesat ke Rp 130. Kemudian langsung naik 35% dari harga perdana ke Rp 135 atau membentur batas auto reject atas (ARA). Posisi tersebut masih bertahan selama dipantau hingga sekitar pukul 09.30 WIB.
Direktur Utama ITSEC Asia, Andri Hutama Putra turut mengapresiasi antusiasme dari para investor dan masyarakat untuk IPO perseroan.
“Antusiasme investor dan masyarakat ini tidak lepas dari prospek pertumbuhan industri keamanan informasi di Indonesia yang masih luas. Keamanan informasi saat ini telah menjadi salah satu tantangan utama dalam berbagai sektor industri di Indonesia, dan kami percaya bahwa keamanan informasi penting untuk mencapai kesuksesan transformasi digital di Indonesia,” ungkap Andri Hutama Putra, Selasa (8/8/2023).
Usia 30-an
Kesuksesan pelaksanaan IPO ini akan menjadi langkah bagi perseroan untuk memperkuat jaringan mitra atau relasi dengan perusahaan, badan pemerintah, serta stakeholders untuk memperkuat solusi layanan dan mendorong pertumbuhan bisnis dan industri keamanan siber, serta mendukung rencana ekspansi Perseroan dan memperluas cakupan layanan.
Sebagai perusahaan penyedia jasa keamanan teknologi informasi terbesar dan terpercaya di Asia Pasifik, PT ITSEC Asia Tbk berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengembangkan solusi dan layanan kemanan informasi yang akurat bagi organisasi dan perusahaan di berbagai sektor di Tanah Air.
“Melalui kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai mitra dan stakeholders, kami optimis dapat terus memberikan layanan kemanan informasi yang unggul di Indonesia,” ungkap Andri Hutama Putra.
Andri Hutama Putra usianya masih 34 tahun dan merupakan warga negara Indonesia. Berdasarkan prospektus perusahaan, Andri Hutama Putra memperoleh gelar pasca sarjana dari Curtin University pada tahun 2012. Dia menjabat presiden direktur perseroan sejak 7 Maret 2023 dan memiliki masa jabatan sampai dengan 5 tahun sesuai dengan anggaran dasar. Andri Hutama Putra juga menggenggam sebanyak 0,70% saham CYBR (sebelum IPO).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





