Lo Kheng Hong Lakukan Aksi Senyap, Kepemilikannya di Saham Ini Bertambah
JAKARTA, investor.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat kepemilikannya atas saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjadi 119.155.400 saham atau 4,32% per 30 Juni 2023.
Jumlah tersebut bertambah bila dibandingkan dengan kepemilikan Pak Lo – sapaan akrab Lo Kheng Hong – di ABMM per 31 Maret 2023. Saat itu, investor berusia 64 tahun tersebut memiliki 114.213.500 saham ABMM atau 4,14%. Artinya bertambah 4.941.900 saham.
Dengan jumlah kepemilikan terbarunya, Pak Lo tetap menjadi pemegang saham nomor 4 terbesar di ABMM. Di peringkat pertama ada PT Tiara Marga Trakindo dengan kepemilikan 53,55%, di posisi kedua Valle Verde Pte Ltd (Singapore) 25,51%, dan ketiga adalah Citibank (Singapore) 4,63%.
Pada perdagangan sesi I tanggal 8 Agustus, saham ABMM dibuka di Rp 3.800 alias stagnan. Namun di sekitar pukul 11.10 WIB, saham ini turun 0,53% ke Rp 3.770. Dengan asumsi harga tersebut, maka kepemilikan Pak Lo atas saham ABMM mencapai Rp 449,21 miliar.
Tak Dijual
Lo Kheng Hong sempat menjelaskan mengenai alasan dirinya bertahan di sebuah saham batu bara. Hal itu dia sampaikan pada Exclusive Talkshow "Warren Buffett Wisdom" by Lo Kheng Hong 23 Juni lalu, yang juga dapat disaksikan di kanal YouTube Intiland Development.
Tanpa menyebutkan detail bahwa saham tersebut adalah saham ABMM, Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa dirinya membeli suatu saham batu bara di harga sekitar Rp 1.300. Dan saat harga batu bara naik ke US$ 400 per ton, sahamnya juga naik hingga Rp 4.850 pada tahun lalu.
“First quarter (kuartal I-2023) sudah laba Rp 1,6 triliun, kalau kali 4 mungkin Rp 6 triliun. Waktu naik ke Rp 4.850, PE (price earning ratio) 2 kali. Sayang kalau dijual,” imbuh Pak Lo.
Dia pun menegaskan, saat harga di Rp 4.850 tidak dijual. Maka tidak mungkin ketika harga saham di Rp 3.000-an, ia menjualnya. “Kapan mau dijual? Rp 4.850 aja gak dijual, masa Rp 3.000 dijual. Tetap simpan,” papar Lo Kheng Hong.
Sementara itu, ABM Investama (ABMM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) US$ 188,52 juta pada semester I-2023. Nilainya melambung 97,4% dari US$ 95,48 juta di periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, ABM Investama mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan US$ 763,18 juta, meningkat 17% dibandingkan semester I-2022 di posisi US$ 652,20 juta.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






