Jumat, 15 Mei 2026

Lo Kheng Hong Lakukan Aksi Senyap, Kepemilikannya di Saham Ini Bertambah

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Aug 2023 | 11:19 WIB
BAGIKAN
Lo Kheng Hong. (Ist/Dok Pribadi Lo Kheng Hong).
Lo Kheng Hong. (Ist/Dok Pribadi Lo Kheng Hong).

JAKARTA, investor.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat kepemilikannya atas saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjadi 119.155.400 saham atau 4,32% per 30 Juni 2023.

Jumlah tersebut bertambah bila dibandingkan dengan kepemilikan Pak Lo – sapaan akrab Lo Kheng Hong – di ABMM per 31 Maret 2023. Saat itu, investor berusia 64 tahun tersebut memiliki 114.213.500 saham ABMM atau 4,14%. Artinya bertambah 4.941.900 saham.

Dengan jumlah kepemilikan terbarunya, Pak Lo tetap menjadi pemegang saham nomor 4 terbesar di ABMM. Di peringkat pertama ada PT Tiara Marga Trakindo dengan kepemilikan 53,55%, di posisi kedua Valle Verde Pte Ltd (Singapore) 25,51%, dan ketiga adalah Citibank (Singapore) 4,63%.

ADVERTISEMENT

Pada perdagangan sesi I tanggal 8 Agustus, saham ABMM dibuka di Rp 3.800 alias stagnan. Namun di sekitar pukul 11.10 WIB, saham ini turun 0,53% ke Rp 3.770. Dengan asumsi harga tersebut, maka kepemilikan Pak Lo atas saham ABMM mencapai Rp 449,21 miliar.

Tak Dijual

Lo Kheng Hong sempat menjelaskan mengenai alasan dirinya bertahan di sebuah saham batu bara. Hal itu dia sampaikan pada Exclusive Talkshow "Warren Buffett Wisdom" by Lo Kheng Hong 23 Juni lalu, yang juga dapat disaksikan di kanal YouTube Intiland Development.

Tanpa menyebutkan detail bahwa saham tersebut adalah saham ABMM, Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa dirinya membeli suatu saham batu bara di harga sekitar Rp 1.300. Dan saat harga batu bara naik ke US$ 400 per ton, sahamnya juga naik hingga Rp 4.850 pada tahun lalu.

First quarter (kuartal I-2023) sudah laba Rp 1,6 triliun, kalau kali 4 mungkin Rp 6 triliun. Waktu naik ke Rp 4.850, PE (price earning ratio) 2 kali. Sayang kalau dijual,” imbuh Pak Lo.

Dia pun menegaskan, saat harga di Rp 4.850 tidak dijual. Maka tidak mungkin ketika harga saham di Rp 3.000-an, ia menjualnya. “Kapan mau dijual? Rp 4.850 aja gak dijual, masa Rp 3.000 dijual. Tetap simpan,” papar Lo Kheng Hong.

Sementara itu, ABM Investama (ABMM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) US$ 188,52 juta pada semester I-2023. Nilainya melambung 97,4% dari US$ 95,48 juta di periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, ABM Investama mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan US$ 763,18 juta, meningkat 17% dibandingkan semester I-2022 di posisi US$ 652,20 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia