Emas Anjlok, Imbas Kenaikan Yield Obligasi AS
CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa WIB), berbalik melemah dari kenaikan akhir pekan lalu. Ini adalah imbas dari imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang naik dan dolar menguat, menyusul komentar Federal Reserve (Fed) mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Menurut pantauan Antara pada Selasa (8/8), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange merosot 6,10 dolar AS atau 0,31% kemudian ditutup pada 1.970,00 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di 1.981,70 dolar AS dan terendah sesi di 1.966,10 dolar AS.
Emas berjangka terangkat 7,30 dolar AS atau 0,37% menjadi 1.976,10 dolar AS pada Jumat (4/8), setelah jatuh 6,20 dolar AS atau 0,31% menjadi 1.968,80 dolar AS pada Kamis (3/8). dan tergelincir 3,80 dolar AS atau 0,19% menjadi 1.975,00 dolar AS pada Rabu (2/8).
Harga emas turun karena imbal hasil obligasi lebih tinggi dan dolar menguat, ketika investor fokus pada peluang kenaikan suku bunga lagi dari bank sentral AS.
Indeks dolar AS naik tipis kurang dari 0,1% pada 102,0 terhadap sekeranjang mata uang saingannya pada Senin (7/8), menurut data FactSet. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik 2 basis poin (bps) menjadi 4,07%, setelah lonjakan imbal hasil minggu lalu membantu menarik saham lebih rendah.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang naik dan dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin, didukung secara luas oleh pejabat Federal Reserve yang mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan karena inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja masih ketat.
Dalam pidato yang disiapkan untuk dikirim ke Kansas Bankers Association, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan pada Sabtu (5/8/2023), bank sentral AS kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi.
Baca Juga:
Harga Emas Antam di Stabil di Awal PekanBowman mendukung kenaikan suku bunga Fed sebesar seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) bulan lalu. Ia memperkirakan "peningkatan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target Fed sebesar 2,0%".
Pada sesi wawancara dengan The New York Times, Presiden Federal Reserve New York John C. Williams mengatakan suku bunga cukup tinggi untuk menekan inflasi. "Dari sudut pandang saya, kebijakan moneter berada di tempat yang baik. Kami memiliki kebijakan di tempat yang kami butuhkan," jawabnya.
Apakah Fed perlu mendorong suku bunga lebih tinggi dan berapa lama perlu mempertahankan sikap membatasi akan bergantung pada data, kata Williams.
Kisaran target suku bunga The Fed sekarang antara 5,25% dan 5,5%, level tertinggi dalam dua dekade. Investor juga menunggu rilis indeks harga konsumen (CPI) AS Juli pada Kamis (10/8) dan indeks harga produsen atau PPI pada Jumat (11/8).
Baca juga:
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 48,40 sen atau 2,04% dan ditutup pada 23,232 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober berkurang 1,60 dolar AS atau 0,17% menjadi menetap pada 926,90 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






