Jumat, 15 Mei 2026

Asing Net Buy Rp 265 Miliar, Saham BMRI dan BBCA Lagi-lagi Favorit

Penulis : Parluhutan Situmorang
8 Aug 2023 | 17:11 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pengunjung melihat pergerakan saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 265,76 miliar di seluruh pasar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/8/2023), ditutup melemah 17,56 poin (0,25%) menjadi 6.868,81.  

Net buy terbanyak melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 267,82 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 97,16 miliar, PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) Rp 51,69 miliar, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Rp 35,14 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 18,96 miliar.

Sebaliknya kelima saham berikut mencatatkan penjualan bersih (net sell) oleh pemodal asing, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 148,95 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 113,01 miliar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 43,86 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 19,67 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 12,90 miliar.

ADVERTISEMENT

Penurunan indeks dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 0,96%, sektor konsumer primer 0,57%, dan sektor material dasar melemah 0,35%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur 0,81%, sektor properti 0,41%, dan sektor tranportasi 0,03%.

Meski IHSG turun, kedua saham berikut ini cetak lonjakan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham yang menggelar listing perdana PT Itsec Asia Tbk (CBYR) naik Rp 35 (35%) menjadi Rp 135. Catatan ARA juga melanda saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) naik Rp 23 (33,82%) menjadi Rp 91 dan PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) naik Rp 60 (24,59%) menjadi Rp 304.

Penguatan juga melanda saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik Rp 20 (31,25%) menjadi Rp 84 dan PT  Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) naik Rp 27 (23,28%) menjadi Rp 143.

Sebaliknya pelemahan dalam melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI), dan PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia