Jumat, 15 Mei 2026

Ekspor ke Vietnam, Pendapatan Sumber Global Energy (SGER) Bisa Bertambah US$ 60 Juta

Penulis : Zsazya Senorita
10 Aug 2023 | 14:16 WIB
BAGIKAN
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)

JAKARTA, investor.id – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) meraih kontrak baru untuk penjualan batu bara ke Vietnam. Kontrak itu berpotensi menambah pendapatan perseroan hingga US$ 60,63 juta atau Rp 909,45 miliar. 

Perseroan meneken kontrak kerja sama dengan pelanggannya, yakni Vosco Maritime Service Joint Stock Company (VOMASER) pada 9 Agustus 2023. Bersama VOMASER, Sumber Global Energy menyuplai batu bara untuk listrik di Vietnam. Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama Sumber Global Energy (SGER) Welly Thomas dan Direktur VOMASER Vuong Manh Linh. 

Direktur Utama Sumber Global Energy (SGER) Welly Thomas mengatakan, raihan kontrak perjanjian batu bara dengan VOMASER menjadi bukti perseroan mampu memperluas jaringan penjualan ke negara lain. Hal ini sekaligus menandai Sumber Global Energy sebagai perusahaan penjual batu bara yang memimpin di Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Ke depan, kami akan terus berupaya mencari kontrak dengan pelanggan baru. Selain Vietnam, Sumber Global Energy juga berpartisipasi untuk mengikuti tender-tender di Sri Lanka, Bangladesh, dan Filipina. Di samping itu, kami juga masih rutin melakukan suplai ke Tiongkok dan India,” kata Welly dalam siaran pers, Kamis (10/8/2023).

Dalam perjanjian tersebut, Sumber Global Energy sepakat menjual 840 ribu metrik ton batu bara kepada VOMASER. Spesifikasi batu bara yang dijual, bernilai net calorific value 4.500 Kkal per kilogram (kg), dengan total kandungan air ≤ 30% as received basis (ARB), dan total kandungan sulfur ≤ 0,85% air dried basis (ADB).

Welly menjelaskan, sistem pengiriman batu bara akan mengikuti jadwal dari pembangkit listrik (power plant). Pengiriman pertama dijadwalkan pada akhir Agustus 2023, dengan satu vessel  bermuatan 60 ribu metrik ton (+/-10%).

Sementara, pengiriman kedua akan dilakukan pada awal September 2023. Ke depan, setiap bulannya diperkirakan ada tiga sampai empat vessel yang masing-masing bermuatan 60 ribu metrik ton.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia