Ada Perubahan Signifikan Mengenai Hal Berikut, Bos Indo Tambangraya (ITMG) Beri Penjelasan
JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akhirnya menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2023. Di situ terungkap bahwa pendapatan dan laba perseroan kompak turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Indo Tambangraya meraup pendapatan bersih US$ 1,29 miliar sepanjang semester I-2023, lebih kecil 8,6% dari US$ 1,42 miliar di paruh pertama tahun 2022. Sedangkan, laba periode berjalan perseroan di Januari-Juni 2023 sebesar US$ 306,7 juta, turun 33,4% secara year on year (yoy) dari posisi US$ 460,68 juta.
Sementara itu, aset per 30 Juni 2023 menjadi US$ 2,22 miliar, lebih kecil 15% dari sebelumnya US$ 2,64 miliar per 31 Desember 2022. Kemudian, liabilitas perseroan tercatat US$ 430,92 juta per akhir Juni tahun ini, menyusut 37,5% dibandingkan US$ 689,89 juta per 31 Desember tahun lalu.
Direktur Indo Tambangraya, Junius Prakarsa Darmawan menjelaskan, total aset per 30 Juni 2023 dibandingkan dengan per 31 Desember 2022 tidak mengalami perubahan lebih dari 20%.
Sementara untuk total liabilitas per 30 Juni 2023 dibandingkan dengan per 31 Desember 2022 mengalami perubahan sebesar 37,5%.
“Hal ini terutama disebabkan karena pembayaran utang pajak (pajak penghasilan badan) perusahaan untuk tahun 2022 di mana pembayaran tersebut dilakukan pada bulan April 2023,” ungkap Junius dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (11/8/2023).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






