Jumat, 15 Mei 2026

Ada Perubahan Signifikan Mengenai Hal Berikut, Bos Indo Tambangraya (ITMG) Beri Penjelasan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Aug 2023 | 13:20 WIB
BAGIKAN
Indo Tambangraya (ITMG). Foto ilustrasi: Defrizal
Indo Tambangraya (ITMG). Foto ilustrasi: Defrizal

JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akhirnya menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2023. Di situ terungkap bahwa pendapatan dan laba perseroan kompak turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Indo Tambangraya meraup pendapatan bersih US$ 1,29 miliar sepanjang semester I-2023, lebih kecil 8,6% dari US$ 1,42 miliar di paruh pertama tahun 2022. Sedangkan, laba periode berjalan perseroan di Januari-Juni 2023 sebesar US$ 306,7 juta, turun 33,4% secara year on year (yoy) dari posisi US$ 460,68 juta.

Sementara itu, aset per 30 Juni 2023 menjadi US$ 2,22 miliar, lebih kecil 15% dari sebelumnya US$ 2,64 miliar per 31 Desember 2022. Kemudian, liabilitas perseroan tercatat US$ 430,92 juta per akhir Juni tahun ini, menyusut 37,5% dibandingkan US$ 689,89 juta per 31 Desember tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Direktur Indo Tambangraya, Junius Prakarsa Darmawan menjelaskan, total aset per 30 Juni 2023 dibandingkan dengan per 31 Desember 2022 tidak mengalami perubahan lebih dari 20%.

Sementara untuk total liabilitas per 30 Juni 2023 dibandingkan dengan per 31 Desember 2022 mengalami perubahan sebesar 37,5%.

“Hal ini terutama disebabkan karena pembayaran utang pajak (pajak penghasilan badan) perusahaan untuk tahun 2022 di mana pembayaran tersebut dilakukan pada bulan April 2023,” ungkap Junius dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (11/8/2023).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia