Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Merosot, Tertekan Indeks Harga Produsen AS

Penulis : Indah Handayani
12 Aug 2023 | 09:30 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan logam mulia emas 24 karat di Toko Emas Ibukota, Cikini, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/aa)
Petugas menunjukan logam mulia emas 24 karat di Toko Emas Ibukota, Cikini, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga Emas merosot pada perdagangan Jumat (11/8/2023). Memperpanjang penurunan untuk lima hari berturut-turut. Setelah kenaikan indeks harga produsen (IHP) AS sedikit lebih tinggi dari perkiraan di tengah dolar AS yang lebih kuat dan meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah.

Dikutip Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange terpangkas US$ 2,30 (0,12%) menjadi ditutup pada US$ 1.946,60 per ons, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.953,6 dan terendah di US$ 1.942,7.

Emas berjangka tergerus US$ 1,7 (0,09%) menjadi US$ 1.948,9 pada Kamis (10/8/2023). Setelah terpangkas US$ 9,3 (0,47%) menjadi US$ 1.950,6 pada Rabu (9/8/2023), dan jatuh US$ 10,1 (0,51%) menjadi US$ 1.959,9 pada Selasa (8/8/2023).

ADVERTISEMENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (11/8/2023) bahwa IHP AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, naik 0,3% pada Juli bulan ke bulan dan 0,8% tahun ke tahun, menyusul kenaikan tahun ke tahun 0,2% pada Juni, kenaikan tahunan terendah sejak Agustus 2020.

Para analis pasar berpendapat bahwa kenaikan harga grosir AS pada Juli masih mencerminkan tren penurunan inflasi secara keseluruhan.

Harga emas telah jatuh minggu ini meskipun laporan inflasi AS Kamis (10/8/2023) lebih dingin dari perkiraan, karena kekhawatiran tentang potensi percepatan kembali tekanan inflasi, bersama dengan kekhawatiran bahwa imbal hasil obligasi dan dolar AS mungkin terus naik, telah meredupkan permintaan untuk logam mulia.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,3 % menjadi 102,85. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 6 basis poin menjadi 4,16% dari 4,14% pada Kamis (10/8/2023) sore. Ketika Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan Fed memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjinakkan inflasi meskipun data terbaru menunjukkan harga-harga konsumen naik hanya 0,2 % pada Juli.

Pembacaan awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun tipis menjadi 71,2 dalam dua minggu pertama Agustus setelah mencapai tertinggi 22 bulan di 71,6 di bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan indeks akan berada di 71,3.

"Emas melanjutkan penurunannya yang lambat menuju US$ 1.900 per ons karena masih ada keraguan apakah The Fed masih memiliki satu kenaikan suku bunga lagi dalam siklus saat ini, bahkan setelah data inflasi AS yang menggembirakan kemarin," kata Rupert Rowling, seorang analis pasar di Kinesis Money.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 7,80 sen (0,34%) menjadi ditutup pada US$ 22,74 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober tergelincir US$ 0,20 (0,02%) menjadi menetap pada US$ 914,6 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia