Batu Bara Bakal Berlanjut Bullish, Ini Indikatornya
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara diprediksi bakal berlanjut bullish pada pekan ini. Indikatornya adalah gangguan cuaca ekstrem global, situasi di negara eksportir utama (Australia dan Indonesia), situasi di negara importir utama (Tiongkok dan India), serta situasi di pasar gas alam.
Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga batu bara sepanjang pekan kedua Agustus 2023, menunjukkan tren bullish dengan penguatan sebesar 1,35%. Selama bulan Agustus (hingga 10 Agustus), harga batu bara tercatat menguat sebesar 6%. “Namun, jika dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara bergerak bearish dengan pelemahan mencapai lebih dari 60%,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.
Untuk pekan ini, Yoga memprediksi harga batu bara berlanjut bullish. Indikator yang menjadi fokus utama pastinya adalah gangguan cuaca ekstrem global, situasi di negara eksportir utama (Australia dan Indonesia), situasi di negara importir utama (Tiongkok dan India), serta situasi di pasar gas alam.
“Harga batu bara akan bergerak pada resistance di US$ 160 – 175 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju support US$ 130 - 115 per ton,” papar Yoga.
Yoga menambahkan, apabila belum ada kesepakatan dalam pemogokan kerja di Australia, antara pihak regulator tenaga kerja dengan komisi pekerja Australia hingga akhir pekan ini, maka besar kemungkinan bagi harga gas alam untuk melanjutkan tren bullish, sehingga berpengaruh juga pada pergerakan harga batu bara.
Baca Juga:
Imbal Hasil SUN Pekan Ini Bakal TurunHal ini, lanjut dia, ditambah lagi kondisi Tiongkok yang saat ini tengah menghadapi gangguan distribusi akibat bencana banjir dan badai topan, maka ada potensi peningkatan permintaan batu bara oleh Tiongkok untuk menjamin pasokan dalam negeri tetap terjaga.
“Tidak hanya itu, permintaan batu bara di pasar Eropa berpotensi meningkat seiring dengan melonjaknya penggunaan listrik untuk mengatasi gangguan. Akibat gelombang panas serta isyarat untuk melonggarkan aturan terkait energi bersih,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






