Peluang Investasi di Saham dan Obligasi Dinilai Sangat Menarik, Berikut Penjelasannya
JAKARTA, investor.id - Co-Founder Tumbuh Makna, Benny Sufami memprediksi situasi ekonomi global saat ini tidak memberikan tekanan yang signifikan bagi ekonomi domestik di Indonesia.
Hal itu didapati karena fakta bahwa ekonomi nasional pada kuartal II sangat baik, khususnya angka PDB Indonesia yang berada di atas 5% dengan tren inflasi yang relatif stabil, yang tentunya menunjukan sentimen positif.
“Berdasarkan data riset yang Tumbuh Makna peroleh, ekonomi kuartal II-2023 PDB kita 5,17%. IMF menyatakan bahwa maksimal pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan bertumbuh maksimal 3%, itu sudah cukup bagus bagi ekonomi domestik kita. Itu sudah cukup baik di tengah kondisi tekanan ekonomi global,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin (14/8/2023).
Kedua, data inflasi awal bulan sudah diumumkan, dan hasilnya inflasi harga konsumen lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni dari 3,52% ke 3,08% (yoy).
Sebagai informasi, Tumbuh Makna menggelar diskusi Talkshow Tumbuh Makna dengan tema Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Ekonomi Global dan Indonesia, yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini. Dalam agenda tersebut, diskusi dihadiri narasumber Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara dan Co-Founder Tumbuh Makna Benny Sufami.
Lebih lanjut, Benny melihat masih terdapat peluang investasi yang sangat menarik, yakni di pasar saham dan obligasi.
“Untuk peluang, kami melihat ada di pasar saham dan pasar obligasi, valuasinya juga masih sangat menarik. Tantangannya adalah investor hanya perlu lebih bersabar. Sebab kita lihat di semester I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan, sementara di semester kedua inilah kami melihat akan sangat menarik,” ujarnya.
Lalu mengapa IHSG bisa menarik dan perlu ditunggu investor? Benny melihat peluang IHSG akan naik kembali terbuka.
“Jadi di semester II, kami melihat peluang naiknya IHSG sangat terbuka. Yang pertama karena penurunan harga komoditas sudah terbatas. Kedua, karena adanya kegiatan domestik yang disinyalir akan meningkat, sebab KPU dan DPR hingga pemerintah sendiri sudah menyetujui budget pemilu sekitar Rp 76 triliun," sebut dia.
"Itu tentunya memiliki dampak positif bagi ekonomi kita, sehingga akan mengerek positif di dalam IHSG. Ketiga, tingkat inflasi kita cukup terkendali. Dan keempat, kenaikan suku bunga diperkirakan sudah mencapai puncaknya,” ujarnya.
Benny optimistis bahwa IHSG akan menguat. Analisa ini diperkuat berdasarkan riwayat data IHSG jelang pemilu di tahun politik.
“Berdasarkan data yang kami kumpulkan. Biasanya 6 bulan sebelum pemilu, IHSG itu mengalami kenaikan. Ini pernah terjadi misalnya di tahun 2014 dan 2019. Di mana pada tahun 2014, 6 bulan sebelum pemilu, IHSG mengalami kenaikan 19,6%, lalu pada tahun 2019 pun IHSG mengalami kenaikan 11,7%. Memang tidak ada jaminan ini akan berulang, tapi polanya selalu seperti itu. Untuk itu, kami optimistis di semester II ini, IHSG bisa mengalami kenaikan,” ujarnya.
Ia pun meyakini bahwa pasar obligasi akan naik dan itu merupakan kesempatan yang mesti dimanfaatkan oleh para investor.
“Tumbuh Makna melihat ada ruang untuk Bank Indonesia di awal tahun 2024 untuk menurunkan tingkat suku bunga. Kami ambil benchmark-nya, untuk surat utang negara (SUN) seri 10 tahun, saat ini yield-nya berada pada posisi 6,3% dan kami melihat tahun depan itu bisa di posisi 6,1%. Jadi ada potensi kenaikan harga obligasi," terang dia.
"Ada kesempatan dan peluang untuk dimanfaatkan menjadi keuntungan. Ke depan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup terjaga di atas 5%, bahkan walaupun turun di angka 4,8% atau 4,9%, kami masih melihat peluang investasi, khususnya di equity dan obligasi,” katanya menganalisa.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






