Incar Tambahan Pendapatan US$ 40 Juta, Sumber Global (SGER) Lakukan Ini
JAKARTA, Investor.id – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menggarap bisnis energi baru terbarukan (EBT) dengan menjual olahan pelet kayu atau wood pellet. Perseroan menggandeng entitas Grup Sampoerna, PT Sumber Graha Sejahtera, sebagai pemasok pelet kayu untuk anak usaha Sumber Global Energy, Hineni Resources Pte. Ltd.
Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas mengatakan, satu dari beberapa pasar yang dibidik SGER untuk pemasaran palet kayu adalah Jepang. Nantinya, pelet kayu bisa dipasarkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui perusahaan dagang (trader) asal Jepang.
“Wood pellet termasuk energi baru terbarukan, di mana emisi karbon yang dihasilkan jauh lebih rendah, dibandingkan batu bara,” kata Welly dalam siaran pers, Jumat (18/8/2023).
Saat ini, terang dia, manajemen sedang tahap pembahasan dengan perusahaan konglomerasi besar asal Jepang untuk menjual pelet kayu dengan kontrak 15 tahun. Dari penjualan pelet kayu ini, Sumber Global Energy mengestimasi tambahan penjualan hingga US$ 40 juta per tahun.
Kerja sama off-take agreement untuk komoditas palet kayu dengan Sampoerna Group, sambung Welly, merupakan bentuk diversifikasi bisnis SGER. Dia meyakini, perdagangan pelet kayu akan dapat mengimbangi kinerja perseroan ketika harga batu bara melemah.
Perlu diketahui, pelet kayu adalah bahan bakar alternatif yang terbuat dari serbuk kayu atau bahan kayu. Bahan bakar ini digunakan negara-negara dengan empat musim, sebagai salah satu alternatif bahan bakar pengganti batu bara. Salah satu kelebihan pelet kayu adalah lebih hemat biaya dibandingkan bahan bakar lainnya, serta lebih mudah didapat.
Dalam perjanjian yang ditandatangani pada Mei 2023, Hineni Resources sepakat membeli 250.000 ton pelet kayu per tahun. Entitas Sumber Global Energy ini akan membeli pelet kayu yang diproduksi PT Sumber Graha Sejahtera untuk jangka waktu lima tahun. Terhitung sejak tahun produksi pertama dengan kapasitas produksi minimal 250.000 ton per tahun.
Jumlah tersebut, setara 1,25 juta ton pelet kayu yang akan dikirim merata dalam 60 bulan kalender. Kuantitas untuk setiap pengapalan (pengiriman) akan dikenakan batas volume +/- 10%. Pengiriman pertama diestimasi berjalan pada Juni 2024, dengan volume pengiriman 20.000-25.000 ton per bulan.
Pelet kayu dimaksud dengan spesifikasi diameter 6-10 milimeter (mm), dengan panjang 40-50 mm. Pelet kayu ini memiliki kandungan nitrogen 0,3%, sulfur 0,2%, dan chlorine 0,05%.
Selain pelet kayu, Sumber Global Energy mencoba untuk mendiversifikasi bisnis ke bidang lain, seperti perdagangan bijih (ore) nikel dan komoditas lainnya, seperti penambangan limestone atau batu gamping.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


