Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Ini Kena Suspensi 3,5 Tahun, Publik Pegang 82%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Aug 2023 | 09:17 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Ilustrasi: B-Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Ilustrasi: B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat pengumuman terkait potensi delisting PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) tertanggal 18 Agustus 2023.

Dalam pengumumannya, BEI menyatakan bahwa masa suspensi saham PT Siwani Makmur Tbk telah mencapai 42 bulan (3,5 tahun) pada tanggal 18 Agustus 2023.

BEI mengingatkan bahwa bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh perseroan,” jelas pengumuman BEI dikutip Senin (21/8/2023).

Adapun susunan dewan komisaris dan direksi perseroan berdasarkan kaporan keuangan per 30 September 2019:

Komisaris Utama: Wiwik Sukarno AR

Komisaris Independen: Bambang Sutejo

Direktur Utama: Ifiandiaz Nazsir

Direktur: Ikman Maulana

Pemegang Saham

Namun, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Siwani Makmur (SIMA) pada tanggal 17 Februari 2022, Ikman Maulana telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri namun belum terdapat persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPS).

Susunan pemegang saham berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait kepemilikan efek di atas 5% berdasarkan SID (publik) tanggal 31 Juli 2023:

Saham Emiten Ini Kena Suspensi 3,5 Tahun, Publik Pegang 82%
Sumber: BEI

Sebagai informasi, saham Siwani Makmur sempat tercatat dimiliki oleh Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro sebanyak 5,67% per 13 Januari 2020. Benny Tjokro merupakan terpidana kasus korupsi Jiwasraya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia