General Atlantic Ikut Suntik Modal MAP Boga (MAPB)
JAKARTA, investor.id – PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement pada 16 Agustus 2023. Pengelola Starbucks di Indonesia itu memperoleh dana Rp 434 miliar.
MAP Boga, anak usaha PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), telah menerbitkan 217 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 2.000 per saham. Salah satu pemegang saham MAP Boga, yaitu GA Robusta F&B Company Pte Ltd, entitas milik General Atlantic – perusahaan ekuitas global ternama asal Amerika Serikat – turut menyuntikkan dananya.
GA Robusta F&B Company merupakan pemegang saham utama MAP Boga dengan kepemilikan sebesar 20,13%. Adapun Mitra Adiperkasa (MAPI) menjadi pemegang saham pengendali MAP Boga dengan porsi 71,91%.
Terkait suntikan dana via private placement, menurut manajemen MAP Boga, beberapa pihak telah melakukan penyetoran, antara lain PT Kemilau Cahaya Sakti yang mengeksekusi 41 juta saham senilai Rp 82 miliar dan PT Lumbung Alam Sentosa sebanyak 68 juta saham senilai Rp 136 miliar.
Selain itu, PT Kebun Prima Lestari dan GA Robusta mengeksekusi masing-masing sebanyak 48 juta saham dan 60 juta saham, atau senilai Rp 96 miliar dan Rp 120 miliar.
“Dana yang diperoleh MAPB melalui pelaksanaan non-HMETD akan digunakan oleh perseroan dan/atau anak usaha untuk ekspansi usaha,” jelas manajemen MAPB dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Senin (21/8/2023).
Penggunaan dana tersebut meliputi keperluan pembukaan toko baru dan pembiayaan modal kerja, termasuk namun tidak terbatas untuk sewa gerai dan beban operasional lainnya. Aksi korporasi yang telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 Mei 2023 itu menambah saham ditempatkan dan disetor MAPB menjadi 2,38 miliar saham.
MAPB melakukan private placement untuk meningkatkan struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham, sekaligus memenuhi syarat free float agar tetap tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI).
Peraturan BEI No. I-A mengamanatkan, perusahaan tercatat harus memiliki jumlah saham free float minimal 50 juta saham atau 7,5% dari jumlah saham tercatat, paling lambat 21 Desember 2023. Sedangkan berdasarkan data RTI, saham MAPB yang dimiliki masyarakat hanya 1,13% atau 24.255.367 saham per 31 Juli 2023.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






