IHSG Berjaya di Kawasan Asia, Sektor Energi Jadi Penopang
JAKARTA, investor.id - IHSG berjaya pada perdagangan Senin (21/8/23). Setelah ditutup menguat 0,09% ke level 6.866,03 di tengah pelemahan indeks-indeks di kawasan Asia. Analis menyebut, penguatan sektor energi jadi penopang utama. Mengingat harga komoditas tengah mengalami kenaikan. Bahkan, IHSG masih berpeluang uji area 7.000.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan, keberhasilan indeks menguat di tengah hantaman sentimen negatif global dan pelemahan indeks-indeks di kawasan Asia, disebabkan oleh penguatan sektor energi yang ditutup menguat 1,95%.
“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang untuk menguji area 7.000. Karena secara saat ini secara timeframe besarnya IHSG sedang berada di fase uptrend-nya,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (21/8/23).
Pergerakan indeks pekan ini, lanjut Herditya, masih akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung hawkish. Ditambah lagi, juga perekonomian Tiongkok yang cenderung stagnan dengan sektor properti Tiongkok bermasalah karena Evergrande.
Herditya merekomendasikan para pemodal untuk mencermati saham BMRI dengan target harga Rp 6.000-6.200, ACES Rp 780-825, dan INDY Rp 2.150-2.200.
Hal senada diungkapkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta. Ia mengatakan, penguatan indeks sejalan dengan apresiasi dari para investor terhadap sektor energi. Didukung juga dengan semakin cepatnya recovery ekonomi berhasil meningkatkan demand komoditas Indonesia dan menjadi katalis positif bagi indeks.
“Kinerja sektor komoditas bahkan mampu mengungguli sektor migas dan menjadi salah satu penyebab surplusnya neraca dagang selama 39 bulan berturut-turut,” tegasnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, Nafan memproyeksikan pergerakan indeks dalam seminggu akan berada pada level support 6.824-6.790 dan resistance 6.895-6.912. Sementara sektor yang dapat dicermati yakni konsumen non primer, energi, keuangan, Kesehatan, infrastruktur, teknologi dan transportasi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






