Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Berjaya di Kawasan Asia, Sektor Energi Jadi Penopang

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
22 Aug 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Pekerja memperhatikan layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Pekerja memperhatikan layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - IHSG berjaya pada perdagangan Senin (21/8/23). Setelah ditutup menguat 0,09% ke level 6.866,03 di tengah pelemahan indeks-indeks di kawasan Asia. Analis menyebut, penguatan sektor energi jadi penopang utama. Mengingat harga komoditas tengah mengalami kenaikan. Bahkan, IHSG masih berpeluang uji area 7.000.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan, keberhasilan indeks menguat di tengah hantaman sentimen negatif global dan pelemahan indeks-indeks di kawasan Asia, disebabkan oleh penguatan sektor energi yang ditutup menguat 1,95%.

“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang untuk menguji area 7.000. Karena secara saat ini secara timeframe besarnya IHSG sedang berada di fase uptrend-nya,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (21/8/23).

ADVERTISEMENT

Pergerakan indeks pekan ini, lanjut Herditya, masih akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung hawkish. Ditambah lagi, juga perekonomian Tiongkok yang cenderung stagnan dengan sektor properti Tiongkok bermasalah karena Evergrande.

Herditya merekomendasikan para pemodal untuk mencermati saham BMRI dengan target harga Rp 6.000-6.200, ACES Rp 780-825, dan INDY Rp 2.150-2.200.

Hal senada diungkapkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta. Ia mengatakan, penguatan indeks sejalan dengan apresiasi dari para investor terhadap sektor energi. Didukung juga dengan semakin cepatnya recovery ekonomi berhasil meningkatkan demand komoditas Indonesia dan menjadi katalis positif bagi indeks.

“Kinerja sektor komoditas bahkan mampu mengungguli sektor migas dan menjadi salah satu penyebab surplusnya neraca dagang selama 39 bulan berturut-turut,” tegasnya.

Dengan berbagai faktor tersebut, Nafan memproyeksikan pergerakan indeks dalam seminggu akan berada pada level support 6.824-6.790 dan resistance 6.895-6.912. Sementara sektor yang dapat dicermati yakni konsumen non primer, energi, keuangan, Kesehatan, infrastruktur, teknologi dan transportasi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia